Cek Fakta: Isu Beras Kimia di Grup WhatsApp Malinau Jelang Natal 2025

Ilustrasi beras lokal Malinau yang menjadi kebutuhan pangan utama masyarakat
Ilustrasi beras di Malinau, Kalimantan Utara, sebagai komoditas pangan pokok yang berperan penting dalam ketahanan pangan masyarakat setempat.

MalinauTerkini.com Pesan berantai terkait dugaan peredaran beras berbahan kimia kembali beredar di sejumlah grup WhatsApp masyarakat Malinau.

Dalam pesan tersebut disebutkan adanya penggerebekan produsen beras UD Widodo oleh Tim Satgas Pangan Polres Malang, lengkap dengan klaim penggunaan bahan kimia berbahaya serta daftar merek beras yang diminta untuk tidak dikonsumsi.

Intisari Berita

• Pesan berantai mengenai dugaan peredaran beras berbahan kimia di Malinau dipastikan sebagai hoaks meskipun kembali beredar di grup WhatsApp masyarakat.

• Informasi yang dirujuk merupakan kasus lama tahun 2017 yang telah ditangani tuntas dan tidak berkaitan dengan kondisi peredaran beras saat ini.

• Polri mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta memastikan sumber berita berasal dari instansi resmi.

Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar dan merupakan hoaks.

Berdasarkan klarifikasi resmi Divisi Humas Polri, kasus yang dimaksud dalam pesan tersebut merupakan peristiwa lama yang terjadi pada tahun 2017 dan telah selesai ditangani oleh kepolisian.

Kasus Lama, Bukan Kejadian Terbaru

Dalam keterangan resminya, Polri menegaskan bahwa isu beras kimia UD Widodo yang kembali beredar di WhatsApp adalah informasi lama yang diunggah ulang tanpa konteks waktu, sehingga menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Kasus tersebut benar pernah terjadi pada 2017 dan sudah diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada kaitannya dengan kondisi peredaran beras saat ini,” tulis Humas Polri dalam klarifikasinya.

Selengkapnya cek keterangan dan klarifikasi Humas Polri: Isu Beras Kimia UD Widodo Beredar Lagi di Whatsapp 

Dengan demikian, narasi yang menyebutkan seolah-olah penggerebekan baru saja terjadi dan beras telah menyebar ke berbagai daerah, termasuk Kalimantan, tidak sesuai fakta.

Tangkapan layar pesan berantai WhatsApp berisi informasi hoaks tentang dugaan peredaran beras berbahan kimia yang beredar di grup WhatsApp Malinau.
Tangkapan layar pesan berantai di grup WhatsApp Malinau yang memuat informasi dugaan peredaran beras berbahan kimia. Informasi tersebut dipastikan tidak benar dan merupakan kasus lama tahun 2017 yang kembali disebarkan tanpa konteks waktu. Sumber Malinauterkini.com

Daftar Merek Tidak Berdasarkan Data Terbaru

Pesan berantai tersebut juga mencantumkan sejumlah merek beras yang diklaim mengandung bahan kimia berbahaya.

Namun, daftar tersebut tidak didukung hasil pengujian laboratorium terbaru maupun pernyataan resmi dari instansi pengawas pangan.

Polri menegaskan bahwa tidak ada rilis resmi terbaru yang menyatakan merek-merek tersebut saat ini berbahaya atau beredar secara ilegal.

Masyarakat Diminta Tidak Terpancing Isu

Masyarakat Malinau diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terutama yang beredar melalui pesan berantai di media sosial dan aplikasi percakapan.

Warga juga diminta untuk:

  • Tidak menyebarkan kembali pesan yang belum terverifikasi.

  • Memastikan informasi berasal dari sumber resmi seperti pemerintah, kepolisian, atau instansi terkait.

  • Membeli beras dan bahan pangan dari pedagang serta distributor resmi.

 

Kesimpulan

Informasi mengenai peredaran beras berbahan kimia yang kembali beredar di grup WhatsApp Malinau adalah hoaks.

Kasus yang dirujuk merupakan kejadian lama tahun 2017 dan telah diselesaikan oleh aparat penegak hukum.

Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi terkait peredaran beras kimia sebagaimana yang disebutkan dalam pesan tersebut.