MalinauTerkini.com – Setelah hampir sepekan mengalami kelangkaan yang menyulitkan warga, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akhirnya mulai masuk ke wilayah Malinau pada Jumat, 19 Desember 2025. Krisis ini sempat memicu kekhawatiran karena menghambat mobilitas warga di perkotaan hingga pelosok seperti Paking dan Long Berang.
Intisari Berita
Stok BBM bersubsidi kembali masuk dan mulai disalurkan di Malinau setelah kelangkaan hampir sepekan akibat kendala administrasi.
Pemerintah daerah mengawal ketat distribusi BBM agar pasokan aman, merata, dan tidak disalahgunakan hingga ke wilayah pedalaman menjelang hari raya.
Harga bahan pokok relatif stabil, meski beberapa komoditas mengalami fluktuasi selama krisis BBM.
Pasokan BBM Berangsur Pulih
Kelangkaan yang dipicu kendala administrasi di Tarakan selama empat hari terakhir mulai terurai setelah adanya izin bongkar muat di Pelabuhan Kelapis. Wakil Bupati Malinau, Jakaria, saat melakukan pemantauan di SPBU Beringin menyampaikan bahwa pasokan kini mulai disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Malam tadi stok untuk SPBU Beringin sudah ada. Total ada 120 ton yang masuk, terdiri dari 90 ton Pertalite dan 30 ton Solar. Pagi ini sudah mulai disalurkan ke masyarakat,” ujar Jakaria di sela-sela inspeksi. Ia juga menambahkan bahwa pasokan akan terus masuk secara bertahap hingga Natal dan Tahun Baru.
Selain di wilayah kota, dua SPBU lain di Mentarang dan Malinau Selatan dijadwalkan menyusul untuk menerima pasokan pada sore hari melalui Pelabuhan Kelapis.

Dampak di Pedalaman dan Pengawasan Distribusi
Kelangkaan kali ini dirasakan cukup berat bagi warga pelosok yang mengandalkan mesin perahu dan kendaraan angkutan sebagai nadi transportasi. Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, mengakui dampak sistemik ini sangat memukul ekonomi masyarakat, terutama yang bergantung pada moda transportasi sungai.
Untuk memastikan stok yang baru tiba tidak disalahgunakan, tim gabungan saat ini melakukan pengawalan mulai dari pelabuhan hingga penyaluran di SPBU. Warga diharapkan ikut mengawasi agar distribusi tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mencari keuntungan di tengah situasi sulit menjelang hari raya.
Kondisi Harga di Pasar Induk
Di tengah krisis BBM, hasil pantauan di Pasar Induk Malinau menunjukkan harga bahan pokok secara umum belum mengalami lonjakan drastis. Berdasarkan data di lapangan:
-
Harga cabai terpantau turun.
-
Minyak goreng jenis MinyaKita naik menjadi Rp 22.000 per liter dari harga sebelumnya Rp 20.000.
-
Harga bawang merah dan kacang tanah mengalami fluktuasi yang dipicu oleh kendala pasokan dari luar daerah.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus memantau pergerakan harga dan ketersediaan stok BBM agar aktivitas ekonomi warga tidak lagi lumpuh akibat kekosongan bahan bakar.

Maya adalah jurnalis MalinauTerkini.com yang meliput isu-isu pemerintahan, kecelakaan lalu lintas, layanan publik, dan dinamika sosial masyarakat di Malinau, Kalimantan Utara. Sejak bergabung pada 2022, ia aktif melakukan peliputan langsung dari lapangan dan menyajikan laporan yang akurat serta terverifikasi.


