MalinauTerkini.com– Kenaikan harga kebutuhan pokok kembali menghantui masyarakat di Kabupaten Malinau dalam beberapa pekan terakhir. Setelah harga LPG non-subsidi jenis Bright Gas ukuran 5,5 kilogram melonjak hingga Rp145 ribu, kini giliran Harga Minyak Kita di Malinau yang mengalami kenaikan drastis hingga menyentuh angka Rp25 ribu per liter.
Kondisi ini tentu sangat memberatkan, mengingat Minyak Kita merupakan produk subsidi pemerintah yang seharusnya tetap terjangkau. Selain harga yang meroket, ketersediaan stok di pasaran juga dilaporkan mulai menipis sehingga warga kesulitan mendapatkan pasokan.
Penyebab Harga Minyak Kita di Malinau Naik Drastis
Di tingkat pedagang pasar tradisional, lonjakan harga terjadi secara bertahap namun pasti. Salah satu pedagang sembako, Ibu Eni, mengungkapkan bahwa modal yang ia keluarkan untuk mengambil stok sudah jauh di atas harga normal.
“Sekarang 1 dus isi 1 liter itu harganya sekitar Rp265 ribu sampai Rp270 ribu, padahal sebelumnya cuma Rp215 ribu. Untuk yang ukuran 5 liter harganya sudah Rp500 ribuan,” ujar Eni, Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan bahwa kenaikan Harga Minyak Kita di Malinau ini diikuti dengan kelangkaan barang. Karena keterbatasan stok, ia terpaksa menjual eceran dengan harga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per liter untuk menutupi biaya operasional.
Perbandingan Harga Minyak Kita dengan Merek Lain
Meskipun hampir semua jenis minyak goreng mengalami kenaikan, lonjakan paling signifikan justru terjadi pada merek subsidi pemerintah ini. Sebagai perbandingan, merek premium seperti Bimoli cenderung lebih stabil meski tetap berada di angka yang tinggi.
-
Minyak Kita: Rp25.000 – Rp30.000 per liter (Sebelumnya Rp16.000 – Rp18.000).
-
Minyak Bimoli: Rp28.000 per liter (Sebelumnya Rp25.000).
Secara persentase, kenaikan Minyak Kita jauh lebih tinggi dibandingkan merek premium lainnya. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat karena fungsi utama Minyak Kita sebagai penyeimbang harga di pasar kini tidak lagi terasa dampaknya.
Pantauan HET dari Disperindagkop Malinau
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Malinau per 13 April 2026, Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Minyak Kita kemasan 1 liter seharusnya berada di angka Rp15.700. Namun, fakta di lapangan menunjukkan selisih harga yang sangat lebar.
Salah satu warga Malinau, Rahmawati, mengeluhkan kondisi ekonomi yang semakin sulit akibat kenaikan harga beruntun. Ia berharap pemerintah segera melakukan operasi pasar atau langkah konkret lainnya untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok.
“Semua naik serempak, kemarin LPG sekarang minyak goreng. Kami berharap Harga Minyak Kita di Malinau bisa dipantau lebih ketat agar tidak ada oknum yang mengambil keuntungan terlalu besar,” harapnya.
Pihak Disperindagkop sendiri dikabarkan terus melakukan pemantauan di Pasar Induk dan sejumlah toko ritel untuk memastikan rantai distribusi tetap berjalan lancar meski tekanan harga global sedang meningkat.

Katrina adalah jurnalis muda di MalinauTerkini.com yang fokus pada peliputan berita daerah, kegiatan komunitas, dan isu-isu lokal di Kabupaten Malinau. Sebagai lulusan Universitas Borneo Tarakan (UBT), ia berdedikasi penuh dalam mendalami dunia jurnalistik melalui laporan lapangan yang segar dan objektif untuk memberikan informasi yang relevan bagi masyarakat Kalimantan Utara.