MalinauTerkini.com – Kabar krusial bagi warga perbatasan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau kembali melanjutkan pengadaan SOA Malinau 2026 (Subsidi Ongkos Angkut).
Tak tanggung-tanggung, tahun ini pemerintah daerah menggelontorkan anggaran fantastis demi menjamin konektivitas wilayah dalam Target APBD 2026
Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP, total pagu anggaran yang disiapkan menembus angka Rp52,6 miliar atau Rp 52.656.668.220.
Wakil Bupati Malinau, Jakaria menyampaikan bahwa subsidi 3 jenis angkutan ini adalah upaya pemerintah memangkas kesenjangan harga di perbatasan serta memudahkan masyarakat di wilayah 3T.
“Program subsidi ongkos angkut ini dijalankan Pemda Malinau melalui Bagian Ekonomi dan SDA, Tahun 2026 ada 3 jenis subsidi angkutan, SOA Udara, SOA Darat dan Sungai,” katanya, Jumat 20 Februari 2026.
Langkah ini diambil Bagian Perekonomian dan SDA untuk dua tujuan utama:
menekan inflasi harga barang di pedalaman dan membuka isolasi wilayah yang sulit dijangkau.
Pembagian Jenis Anggaran SOA 2026
Besarnya anggaran SOA Malinau 2026 ini tidak ditumpuk di satu sektor saja.
Pemerintah Malinau memecahnya ke dalam tiga moda transportasi vital: Udara, Sungai, dan Darat.
Siapa mendapatkan porsi terbesar?
Tentu saja sektor Udara. Penerbangan perintis sangat-sangat dibutuhkan warga di daerah 3T.
Mengingat kondisi geografis Malinau yang ekstrem, penerbangan perintis masih menjadi anak emas dalam kebijakan subsidi tahun ini.
Namun, sektor Sungai dan Darat juga mendapatkan kenaikan porsi yang signifikan, terutama untuk pengangkutan logistik barang.
Agar Anda tidak bingung mencari informasi yang sesuai kebutuhan, kami telah merangkum detail spesifiknya di bawah ini:

1. SOA Udara: Rute Penerbangan Perintis
Pagu terbesar senilai Rp40 Miliar disiapkan untuk pesawat perintis.
SOA Malinau 2026 ini menyasar 7 rute krusial di wilayah perbatasan. Subsidi ini resmi tersedia setekah Terbang Perdana SOA Udara Malinau 2026, Layani 7 Rute pada 20 Februari 2026.
Apakah desa Anda termasuk dalam daftar penerbangan tahun ini? 7 Rute tujuan bisa baca pada liputan SOA Udara Malinau Resmi Beroperasi 7 Rute di 2026
2. SOA Sungai: Fokus Logistik & Penumpang
Tahun ini, subsidi sungai senilai Rp10 Miliar lebih difokuskan untuk menekan harga barang.
Rute ini melayani perjalanan jarak jauh dari Tanjung Selor hingga ke hulu sungai melalui Longboat.
Juga tidak ketinggalan dialokasikan subsidi untuk speedboat Malinau ke Tarakan, yang merupakan program lanjutan sejak 2024, 2025 dan direalisasikan kembali 2026 ini.
Cek jalur mana saja yang dilayani Longboat subsidi.
3. SOA Darat: Bus DAMRI & Travel Double Gardan
Khusus SOA Malinau 2026 jalur darat, Pemkab menggandeng BUMN (DAMRI) dan pihak swasta. Anggaran yang disiapkan senilai Rp 2.650.000.000
Ada pembagian rute khusus untuk jalan aspal mulus dan jalur tanah ekstrem.
Rute DAMRI ini dikhususkan untuk rute dari perkotaan Malinau dan ada juga kendaraan double gardan ke daerah terluar.
Pastikan Anda tahu jadwal keberangkatannya.

Sistem Lelang: Transparan via E-Purchasing
Komitmen transparansi ditunjukkan dalam metode pemilihan penyedia SOA Malinau 2026.
Pemerintah memastikan tidak ada penunjukan langsung yang tertutup. Seluruh paket—baik udara, sungai, maupun darat—akan diproses melalui metode E-Purchasing.
Menurut jadwal di sistem SiRUP, proses pemilihan penyedia jasa (lelang/katalog) direncanakan mulai bergulir pada akhir Februari 2026.
Jika proses ini berjalan lancar tanpa kendala teknis, pelaksanaan kontrak subsidi ditargetkan efektif berjalan mulai Februari hingga akhir Desember 2026.
Masyarakat diminta turut mengawasi pelaksanaan program ini agar dana puluhan miliar rupiah tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Malinau di ujung perbatasan.
Dampak Strategis bagi Ekonomi Lokal
Peningkatan anggaran SOA Malinau 2026 yang menyentuh angka Rp52,6 miliar ini bukan sekadar angka di atas kertas.
Secara makro, kebijakan ini merupakan instrumen kendali harga yang paling efektif bagi Kabupaten Malinau.
Dengan adanya subsidi ongkos angkut, disparitas harga kebutuhan pokok antara wilayah perkotaan dengan wilayah hulu seperti Krayan atau Sungai Boh dapat ditekan seminimal mungkin.
Pemerintah daerah menyadari bahwa tanpa intervensi subsidi, biaya logistik yang tinggi akan dibebankan kepada konsumen akhir, yaitu masyarakat pedalaman.
Hal ini seringkali memicu lonjakan inflasi daerah yang sulit dikendalikan. Oleh karena itu, SOA tahun ini dirancang lebih integratif, memastikan rantai pasok dari pelabuhan hingga ke pintu rumah warga tetap terjangkau.
Mekanisme Pengawasan Masyarakat
Mengingat besarnya dana yang dikelola, Pemkab Malinau juga menekankan pentingnya partisipasi publik dalam pengawasan lapangan. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna jasa, tetapi juga menjadi mata dan telinga pemerintah. Beberapa poin yang perlu diperhatikan masyarakat antara lain:
-
Kesesuaian Tarif: Pastikan harga tiket atau ongkos angkut yang dibayarkan sesuai dengan tarif subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.
-
Jadwal Keberangkatan: Melaporkan jika terjadi pembatalan jadwal secara sepihak oleh penyedia jasa tanpa alasan teknis yang jelas (seperti cuaca atau kerusakan mesin).
-
Kualitas Pelayanan: Menilai kelayakan armada, baik pesawat, longboat, maupun bus DAMRI yang digunakan dalam program subsidi ini.
Harapan Baru di Wilayah 3T
Bagi warga di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), akses transportasi adalah urat nadi kehidupan. SOA Malinau 2026 menjadi jawaban atas keterbatasan infrastruktur jalan yang masih dalam proses pembangunan oleh pemerintah pusat dan provinsi. Kehadiran subsidi ini memastikan bahwa layanan kesehatan darurat, distribusi obat-obatan, serta mobilitas tenaga pendidik ke wilayah terpencil tidak terhambat oleh biaya transportasi yang mencekik.
Dengan dimulainya proses pemilihan penyedia jasa pada akhir Februari ini, diharapkan seluruh operasional dapat berjalan tepat waktu. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan evaluasi berkala setiap bulan guna memastikan penyerapannya tepat sasaran dan efisien. Keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan yang inklusif.

Andin Eka Mulandari adalah jurnalis yang berbasis di Malinau, Kalimantan Utara. Dengan pengalaman 5 tahun meliput dinamika lokal, ia berfokus pada isu ekonomi, kebijakan fiskal dan birokrasi penmerintah didukung studinya di Strata 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas. Berkomitmen menyajikan berita akurat dan berimbang bagi masyarakat Bumi Intimung


