MalinauTerkini.com – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) memicu lonjakan signifikan jumlah penumpang di Bandara Malinau.
Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan libur panjang untuk pulang kampung maupun bertemu keluarga di daerah asal, khususnya dari dan menuju wilayah Krayan. selain itu karena tingginya kebutuhan rujukan medis warga Krayan ke Malinau
Dalam beberapa minggu terakhir permintaan tiket penerbangan meningkat tajam. Bahkan, pembukaan pemesanan tiket untuk satu minggu ke depan langsung diserbu masyarakat dan menyebabkan keterbatasan ketersediaan kursi penerbangan.
Libur Natal 2025, 421 Orang Mudik Melalui Bandara Malinau
Kondisi ini sangat memberatkan masyarakat. Akademisi, sekaligus Tokoh Masyarakat, Henri Tetiawadi prihatin dengan kondisi saat ini. Keadaan masyarakat penuh sesak mengantre di Bandara Malinau, perjuangan masyarakat bermudik seyogianya mendapat perhatian Pemerintah.
Keterbatasan Penerbangan dan Harapan Masyarakat
Tingginya permintaan tersebut, menurut Henry, tidak diimbangi dengan jumlah penerbangan yang memadai. Masyarakat pun berharap adanya penambahan penerbangan, baik dari Krayan maupun dari wilayah lain yang terhubung dengan Malinau, agar kebutuhan mobilitas warga dapat terpenuhi selama masa liburan.
Kondisi ini mendorong adanya upaya komunikasi dengan pihak bandara untuk mencari solusi atas keterbatasan penerbangan yang terjadi.
Koordinasi dengan Pihak Bandara dan Maskapai
Henry menjelaskan, pihaknya telah melakukan diskusi dengan Kepala Bandara Malinau guna menyampaikan aspirasi dan harapan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, pihak bandara berkomitmen untuk menyampaikan permohonan penambahan penerbangan kepada maskapai.
Ia berharap komunikasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga dalam waktu dekat tersedia penerbangan tambahan untuk melayani masyarakat yang memanfaatkan libur Nataru.
Sorotan Tidak Adanya SOA Tahun Anggaran 2025
Di luar persoalan teknis penerbangan, Henry menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang tidak mengalokasikan Subsidi Ongkos Angkut (SOA) untuk Krayan pada tahun anggaran 2025. Padahal, menurutnya, SOA merupakan agenda tahunan yang sangat penting bagi wilayah terpencil dan perbatasan.
Ia menilai penghapusan subsidi tersebut berdampak besar terhadap masyarakat. Harga tiket penerbangan yang mencapai sekitar satu juta rupiah dinilai tidak terjangkau oleh sebagian besar warga, kecuali dalam kondisi terpaksa karena tidak adanya alternatif transportasi lain.
Keterbatasan Subsidi APBN
Henry juga menyinggung bahwa subsidi yang bersumber dari APBN memiliki keterbatasan. Skema tersebut belum mampu menjawab seluruh kebutuhan masyarakat Krayan, khususnya dalam menjamin keterjangkauan biaya transportasi udara secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dapat kembali mengalokasikan anggaran SOA pada tahun berikutnya, khususnya untuk rute Malinau–Krayan.
Dorongan Peran Pemerintah Kabupaten Nunukan
Selain pemerintah provinsi, Henry mendorong Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk lebih memperhatikan pelayanan transportasi bagi masyarakat Krayan. Secara geografis dan akses layanan, warga Krayan dinilai lebih dekat dan banyak bergantung pada Malinau, termasuk dalam pemanfaatan rumah sakit rujukan.
Menurutnya, hal ini seharusnya menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Malinau, baik dalam penambahan rute penerbangan maupun pemberian subsidi SOA bagi masyarakat Krayan melalui Malinau.
Harapan Solusi Jangka Pendek dan Panjang
Henry berharap berbagai ikhtiar yang telah dilakukan, baik melalui koordinasi dengan pihak bandara maupun dorongan kebijakan kepada pemerintah daerah dan provinsi, dapat menghasilkan solusi nyata. Dalam jangka pendek, ia berharap ada penambahan penerbangan untuk menjawab kebutuhan masyarakat selama libur Nataru.
Sementara dalam jangka panjang, masyarakat Krayan berharap adanya kebijakan yang lebih berpihak dan berkelanjutan, khususnya terkait subsidi transportasi udara sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah terhadap warga di wilayah perbatasan.

Maya adalah jurnalis MalinauTerkini.com yang meliput isu-isu pemerintahan, kecelakaan lalu lintas, layanan publik, dan dinamika sosial masyarakat di Malinau, Kalimantan Utara. Sejak bergabung pada 2022, ia aktif melakukan peliputan langsung dari lapangan dan menyajikan laporan yang akurat serta terverifikasi.


