MalinauTerkini.com– Pemerintah daerah memastikan pasokan bahan bakar minyak di seluruh wilayah tetap stabil dan aman menjelang bulan suci Ramadan. Ketersediaan stok bahan bakar di setiap stasiun pengisian, khususnya SPBU Malinau, dipastikan terkendali tanpa kendala kelangkaan. Saat ini, fokus utama pemerintah adalah mengawal kelancaran aktivitas bongkar muat kapal pengangkut di dermaga pelabuhan.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkab Malinau, Erly Sumiati, menjelaskan adanya dinamika terkait perizinan pelabuhan bongkar muat. DIa menyebutkan bahwa saat ini ada proses transisi perizinan fasilitas sandar kapal yang sedang diurus oleh pengusaha lokal.
Hal ini tentu berkaitan erat dengan operasional SPBU Malinau dalam menyalurkan BBM subsidi kepada masyarakat luas.
Progres Izin Tersus 2 SPBU Malinau di Kementerian
Saat ini diketahui ada beberapa penyalur yang tengah menempuh jalur birokrasi perizinan bongkar muat secara mandiri. Dua entitas SPBU Malinau tersebut, termasuk SPBU Beringin, sedang memproses legalitas untuk fasilitas Terminal Khusus atau Tersus. Fasilitas bongkar muat ini berlokasi di wilayah perairan daerah agar distribusi energi ke depannya menjadi lebih mandiri.
Berdasarkan informasi dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP, dokumen perizinan tersebut sudah berada di tingkat pusat. Berkas perizinan dari pengelola SPBU Malinau itu kini sedang ditelaah lebih lanjut oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Pemerintah daerah sangat berharap proses administratif ini bisa selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Selama masa tunggu terbitnya perizinan dari Jakarta, aktivitas suplai energi masyarakat dipastikan tidak boleh terhenti sama sekali. Pihak KSOP tetap meminta adanya surat dukungan resmi dari Bupati Malinau agar izin bongkar muat tetap bisa dilakukan. Terkait batas waktu penggunaan surat dukungan operasional tersebut, Erly Sumiati memberikan penjelasan yang cukup rinci.
“Sampai ijinnya terbit, semoga dalam waktu tidak terlalu lama, sudah bisa pakai ijin tersus sendiri,” ungkap Erly memberikan kepastian terkait progres tersebut.

Jaminan Pasokan SPBU Malinau Hadapi Ramadan 1447 Hijriah
Menyikapi transisi perizinan fasilitas Tersus ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Pemkab menjamin bahwa dinamika pengurusan izin ini sama sekali tidak mengganggu kuota penyaluran energi harian di daerah. Distribusi dari terminal bahan bakar menuju setiap SPBU Malinau dipastikan berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Erly Sumiati kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ketersediaan energi jelang hari besar keagamaan. Ia meminta masyarakat tidak termakan isu hoaks yang dapat memicu aksi borong bahan bakar.
“Kami informasikan kepada masyarakat bahwa stok BBM aman, memang beberapa SPBU saat ini sedang dalam proses mengurus ijin Tersus untuk bisa bongkar muat BBM di dermaga yang telah ditetapkan,” jelas Erly kepada awak media.
Lebih lanjut, ia memastikan pengawasan terhadap rantai pasok ke seluruh SPBU Malinau akan terus diperketat selama bulan puasa. Tim khusus dari Setkab Malinau akan rutin turun ke lapangan untuk memantau ketersediaan barang agar tidak terjadi penimbunan.
“Walaupun saat ini ijinnya sedang berproses, distribusi BBM akan tetap berjalan, oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir apalagi sampai membeli BBM berlebihan, pemerintah daerah akan terus memantau agar kebutuhan BBM selama bulan Ramadan tetap terpenuhi,” tutupnya.
Ke depannya, kehadiran Tersus yang berizin resmi akan membuat tata niaga energi di perbatasan menjadi jauh lebih kuat.
Pengusaha penyalur diharapkan terus proaktif mengawal izin SPBU Malinau milik mereka di kementerian hingga tuntas 100 persen.

Andin Eka Mulandari adalah jurnalis yang berbasis di Malinau, Kalimantan Utara. Dengan pengalaman 5 tahun meliput dinamika lokal, ia berfokus pada isu ekonomi, kebijakan fiskal dan birokrasi penmerintah didukung studinya di Strata 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas. Berkomitmen menyajikan berita akurat dan berimbang bagi masyarakat Bumi Intimung


