MalinauTerkini.com– Peristiwa memilukan menyelimuti suasana Banjir di Malinau Kota pada Rabu sore, 25 Februari 2026. Seorang balita dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di kediamannya di kawasan Seluwing, Desa Malinau Kota.
Musibah ini terjadi di tengah meningkatnya debit air akibat luapan tiga sungai besar yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Malinau. Tragedi banjir di Malinau Kota ini menjadi kabar duka terdalam di tengah upaya warga menghadapi bencana banjir kiriman yang mulai merendam pemukiman.
Berdasarkan data dari Polsek Malinau Kota, korban yang merupakan balita laki-laki (2) ditemukan tak bernyawa di lingkungan RT 12. Kondisi air di sekitar rumah korban saat itu dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter.
Luapan air yang begitu cepat masuk ke dalam rumah diduga menjadi penyebab utama insiden ini. Warga setempat segera bahu-membahu melakukan evakuasi begitu mendengar adanya laporan anak yang terjatuh di dalam area rumah yang tergenang.
Kronologi Tragedi di Kawasan Seluwing Malinau Kota
Berdasarkan laporan kepolisian, korban yang merupakan balita laki-laki (2) ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di lingkungan RT 12, Seluwing.
Saat kejadian berlangsung, ketinggian air di sekitar kediaman korban dilaporkan telah mencapai kurang lebih 1,5 meter.
Seorang saksi mata berinisial FD mendengar teriakan histeris dari ibu korban, FT, yang menyadari anaknya telah terjatuh di area dapur. Saksi bersama warga setempat segera melakukan pencarian di sudut-sudut ruangan rumah yang sudah tertutup genangan air.
DM akhirnya ditemukan di sudut belakang rumah dalam posisi tenggelam. Meskipun sempat dilarikan ke RSUD Malinau untuk mendapatkan pertolongan medis darurat, nyawa balita tersebut dinyatakan tidak tertolong pada pukul 17:16 WITA.

Kiriman Kiriman Banjir di Malinau Kota
Memasuki sore hari, kawasan perkotaan di Kabupaten Malinau mulai tergenang air luapan Sungai Sesayap. Kondisi ini dipicu oleh kiriman debit air dari wilayah hulu yang kini mulai mencapai wilayah hilir perkotaan. Banjir ini disebabkan curah hujan tinggi mengakibatkan 3 sungai besar di Malinau meluap
Meskipun kondisi air di wilayah hulu Sungai Mentarang dan Sungai Malinau dilaporkan mulai surut, dampaknya kini justru merendam titik-titik padat penduduk di hilir. Banjir di Malinau Kota meluas Sejumlah wilayah yang kini mulai tergenang meliputi Desa Malinau Hulu, Desa Pelita Kanaan, hingga Desa Malinau Kota.
Kondisi serupa juga terpantau di Kecamatan Malinau Utara, mulai dari Desa Malinau Seberang hingga Desa Respen Tubu. Selain pemukiman, banjir juga merendam beberapa ruas jalan protokol seperti Jalan AMD, Jalan Pusat Perkantoran, Jalan Seluwing, hingga akses jalan di Respen Tubu.
Ketua Relawan Masyarakat Peduli Bencana (RMPB) Malinau, Anwar, menyatakan bahwa air bahkan telah menggenangi area halaman pelabuhan speedboat reguler.
Ketinggian air di jalanan membuat mobilitas warga menjadi terhambat secara signifikan sore ini akibat banjir di Malinau Kota
“Meskipun jalan protokol masih bisa dilalui, risiko kendaraan mogok sangat tinggi bagi pengendara yang memaksakan melintas. Di Jalan Seluwing, dilaporkan terdapat satu unit sepeda motor yang mengalami mati mesin akibat genangan air yang cukup tinggi,” jelas Anwar.
Anwar mengimbau warga agar tetap waspada karena kondisi genangan di beberapa daerah masih bertahan. Tim relawan terus bersiaga memantau pergerakan air dan mengantisipasi jika terjadi hujan susulan di wilayah hulu.
Penutupan Akses Jalan di Wilayah Malinau Barat
Dampak luapan air kiriman juga melumpuhkan mobilitas di wilayah RT 14 Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat.
Ruas jalan di daerah Limbu Mas terpaksa ditutup total karena ketinggian air yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Ketua RT 14 Tanjung Lapang, Berahim, menyebutkan penyekatan arus lalu lintas dilakukan sepanjang 300 meter untuk menghindari kendaraan terjebak. Pengendara sementara dialihkan melalui rute Gang Felanga menuju Jalan Graha Pemuda.
Pemerintah desa dan pihak keamanan setempat terus berjaga di titik-titik penyekatan hingga debit banjir di Malinau Kota mereda. Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran arus evakuasi dan logistik.

Peringatan BMKG Terkait Potensi Hujan Susulan
Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG untuk Malinau, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih membayangi wilayah Malinau hingga akhir Februari 2026. Situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi warga yang tinggal di daerah aliran sungai.
Relawan dan petugas keamanan terus memantau pergerakan air di wilayah hilir dengan harapan tidak ada hujan susulan yang dapat memicu banjir susulan.
Warga diminta segera mengamankan barang-barang berharga dan tetap berada di tempat yang aman kemungkinan banjir di Malinau Kota meluas.
Tragedi yang menelan korban jiwa ini menjadi peringatan keras bagi seluruh orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak selama bencana berlangsung. Pastikan lingkungan rumah tetap terpantau meski air kiriman sudah mulai merendam lantai bangunan.

Maya adalah jurnalis MalinauTerkini.com yang meliput isu-isu pemerintahan, kecelakaan lalu lintas, layanan publik, dan dinamika sosial masyarakat di Malinau, Kalimantan Utara. Sejak bergabung pada 2022, ia aktif melakukan peliputan langsung dari lapangan dan menyajikan laporan yang akurat serta terverifikasi.


