MalinauTerkini.com– Peristiwa Banjir Malinau Februari ini melanda pemukiman penduduk di empat wilayah kecamatan akibat luapan tiga sungai besar hari ini, Rabu, 25 Februari 2026.
Curah hujan tinggi yang mengguyur sejak dini hari memicu kenaikan debit air yang signifikan di aliran Sungai Malinau, Sungai Mentarang, dan Sungai Sesayap.
Kondisi ini mengakibatkan sejumlah kawasan mulai terendam air sejak pukul 02:00 WITA. Wilayah yang terdampak meliputi Malinau Selatan Hilir, Mentarang, Malinau Barat, hingga sebagian dataran rendah di wilayah perkotaan Malinau Kota.
Genangi Rumah di Desa Paking dan Mentarang
Laporan terparah akibat luapan air sungai dilaporkan terjadi di Desa Paking dan Desa Singai Terang, Kecamatan Mentarang. Kenaikan air yang cepat membuat sebagian rumah penduduk terendam hingga mengganggu aktivitas harian warga setempat.
Kepala Desa Paking, Dawat, menyampaikan bahwa air terus terpantau naik sejak dini hari hingga pagi hari. Meskipun demikian, laporan terbaru pada siang hari menunjukkan tren air yang berangsur surut di wilayah hulu Sungai Mentarang tersebut.

Penutupan Jalan dan Pengalihan Arus di Tanjung Lapang
Dampak Banjir Malinau Februari 2026 ini juga melumpuhkan akses jalan utama dari dan menuju wilayah Kecamatan Malinau Barat. Genangan air yang menutupi badan jalan di RT 14 Tanjung Lapang membuat kendaraan riskan melintas di jalur padat tersebut.
Ketua RT 14 Tanjung Lapang, Berahim, mengonfirmasi penutupan jalan dilakukan di daerah Limbu Mas sepanjang kurang lebih 300 meter. “Ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa memaksa petugas melakukan penyekatan demi keselamatan para pengguna jalan,” katanya.
Rute Alternatif Selama Banjir Malinau Februari 2026
Pemerintah setempat bersama pihak keamanan telah menjadwalkan pengalihan arus lalu lintas hingga ketinggian banjir mereda. Penutupan akses jalan dilakukan mulai dari titik Lapangan Borneo hingga ke Jembatan RT 14 Tanjung Lapang.
Pengendara dari arah kota yang ingin menuju Malinau Barat dialihkan melalui ruas jalan Gang Felanga di RT 1 Kuala Lapang. Jalur tersebut nantinya akan tembus menuju Jalan Graha Pemuda sebagai rute alternatif sementara bagi masyarakat.
Mitigasi Banjir Malinau Februari
Bupati Malinau, Wempi W Mawa, bergerak cepat melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan debit air di seluruh titik rawan.
Pihaknya telah berkomunikasi dengan jajaran kepala desa sejak pagi buta untuk memperbarui data perkembangan air di lapangan secara berkala.
“Bencana ini merupakan dampak dari tingginya akumulasi curah hujan dalam beberapa hari terakhir,” jelasnya.
Faktor alam ini mengakibatkan air rembesan tidak lagi tertampung oleh tanah sehingga memicu luapan langsung ke area pemukiman warga. .
Waspada Potensi Banjir Kiriman di Wilayah Hilir
Meskipun kondisi di wilayah hulu seperti Desa Paking mulai membaik, ancaman Banjir Malinau Februari 2026 kini bergeser ke wilayah hilir. Masyarakat di kawasan perkotaan diminta waspada karena kiriman air dari Sungai Mentarang diprediksi akan mencapai puncaknya pada siang ini.
Berdasarkan prakiraan dari BMKG Kaltara, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi hingga akhir Februari 2026. Pemerintah daerah meminta warga tetap siaga dan mengamankan barang-barang berharga untuk mengantisipasi kenaikan muka air yang tidak terduga.

Maya adalah jurnalis MalinauTerkini.com yang meliput isu-isu pemerintahan, kecelakaan lalu lintas, layanan publik, dan dinamika sosial masyarakat di Malinau, Kalimantan Utara. Sejak bergabung pada 2022, ia aktif melakukan peliputan langsung dari lapangan dan menyajikan laporan yang akurat serta terverifikasi.


