Ringkasan Berita:
Sebanyak 2.046 ton atau sekitar 2 juta liter BBM subsidi untuk Malinau tertahan di Tarakan akibat kendala izin Terminal Khusus (Tersus).
Sembilan SPBU di berbagai kecamatan terdampak, mulai dari Malinau Kota hingga wilayah hulu dan perbatasan.
KSOP Tarakan menerapkan regulasi persis di akhir tahun memicu kritik terkait kebijakan tak terukur
MalinauTerkini.com – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Malinau dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran warga. Namun pemerintah memastikan, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi bukan karena stok habis, melainkan akibat persoalan administrasi perizinan.
Sebanyak 2.046 ton atau sekitar 2 juta liter BBM subsidi, terdiri dari Pertalite dan Solar, tertahan di Tarakan karena terkendala izin Terminal Khusus (Tersus) untuk proses bongkar muat.
Padahal, BBM tersebut merupakan jatah Malinau untuk bulan ini.
Daftar Kecamatan Terdampak Kelangkaan BBM di Malinau
Kelangkaan BBM di Malinau dipicu tertahannya distribusi 2.046 ton BBM akibat kendala izin Terminal Khusus (Tersus).
Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat di sejumlah kecamatan berikut:
Kecamatan Paling Rawan Terdampak
-
Kecamatan Malinau Kota
-
PT Beringin Jaya Utama Putra
-
PT Semoga Jaya
Pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi, antrean kendaraan paling terlihat.
-
-
Kecamatan Malinau Selatan
-
PT Jacqlien Sukses Energi
-
PT Energi Harapan Intimung
Kebutuhan BBM tinggi, melayani mobilitas warga dan usaha.
-
-
Kecamatan Sungai Tubu
-
PT Tunas Jaya Sungai Tubu
Mengandalkan jalur sungai dan perairan, sangat rentan jika pasokan terlambat.
-
Wilayah Terdampak Lainnya
-
Kecamatan Mentarang
PT Hayati Mentarang Permai
-
Kecamatan Mentarang Hulu
PT Mitra Utama Malinau
-
Kecamatan Malinau Utara
PT Semoga Jaya
(Wilayah layanan Malinau Utara dan sekitarnya)
-
Kecamatan Malinau Selatan Hulu
PT Pelita Jaya Indah Energy
-
Kecamatan Pujungan dan Wilayah Perbatasan Perairan
PT Pelangi Kaltara Jaya Energy

Fakta Kunci Distribusi BBM Malinau
-
Total BBM tertahan: 2.046 ton (±2.046.000 liter)
-
Rincian: Pertalite 1.446 ton, Solar 600 ton
-
Jumlah SPBU terdampak: 9 SPBU
-
Penyebab utama: Kendala izin Terminal Khusus (Tersus)
-
Solusi sementara: Bongkar muat di Pelabuhan Kelapis, Malinau Utara
-
Target pemulihan distribusi: Pekan depan, jelang Natal 2025
Wilayah-wilayah tersebut mengalami keterbatasan pasokan BBM, sehingga antrean kendaraan tak terhindarkan, terutama di SPBU yang masih memiliki stok.
Pemkab Pastikan Stok Ada, Terkendala Administrasi
Pemerintah Kabupaten Malinau menegaskan bahwa stok BBM sebenarnya tersedia. Persoalan utama berada pada proses perizinan antara mitra penyalur BBM dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan.
Untuk mencegah kelangkaan berkepanjangan, Pemkab Malinau melalui Tim BBM mengajukan permohonan diskresi agar BBM tetap dapat dibongkar dan disalurkan.
Upaya tersebut disetujui. KSOP Tarakan memberikan izin sementara bongkar muat BBM di Pelabuhan Kelapis, Malinau Utara.
Sekretaris Daerah Malinau, Ernes Silvanus, menyampaikan bahwa pemerintah daerah hanya berperan sebagai fasilitator agar distribusi BBM tidak terhenti.
“Persoalan ini murni administrasi perizinan Tersus antara mitra penyalur dan KSOP. Pemkab berupaya memastikan BBM segera sampai ke masyarakat,” ujarnya.
Warga Mengeluh, Distribusi Ditarget Pulih
Di tengah kondisi tersebut, keluhan warga terus bermunculan.
Banyak masyarakat mengaku panik karena kelangkaan terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Orang mau Natal dan akhir tahun, tapi BBM kosong. Kami jadi khawatir,” ujar Dahlia, warga Malinau Kota.
Informasi yang dihimpun Malinauterkini.com, kapal pengangkut BBM saat ini sedang dalam proses pemuatan di Tarakan dan diperkirakan tiba di Malinau pada akhir pekan ini.
Jika seluruh 2000 ton tersebut berhasil masuk dan didistribusikan, pasokan BBM di Malinau diproyeksikan akan normal sementara, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar menjelang akhir tahun.

Maya adalah jurnalis MalinauTerkini.com yang meliput isu-isu pemerintahan, kecelakaan lalu lintas, layanan publik, dan dinamika sosial masyarakat di Malinau, Kalimantan Utara. Sejak bergabung pada 2022, ia aktif melakukan peliputan langsung dari lapangan dan menyajikan laporan yang akurat serta terverifikasi.


