MalinauTerkini.com– Peristiwa mencekam banjir lumpur akibat Longsor Long Berang menerjang wilayah Kabupaten Malinau pada malam hari, menyasar area puskesmas, perumahan dinas, hingga fasilitas pendidikan. Meski mengakibatkan kerusakan bangunan dan tertimbunnya harta benda warga, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah yang terjadi di awal tahun 2026 ini.
Peristiwa bermula saat hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur wilayah Long Berang sejak pukul 17.00 WITA. Sekitar pukul 22.00 WITA, air bercampur lumpur mulai merangsek masuk ke rumah dinas perawat dengan cepat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Malinau, Iwan Darma mengatakan kejadian ini disebabkan karena curah hujan tinggi di sejumlah wilayah termasuk daerah Mentarang Hulu.
“Kejadian ini akibat curah hujan cukup tinggi sebelum kejadian. Jadi limpasan dari atas turun ke bawah,” kata Iwan Darma, Kalak BPBD Malinau.
BPBD Malinau saat ini telah mengerahkan petugas untuk memantau langsung kejadian dan pemetaan dampak.
Saat kejadian, Kepala Puskesmas Long Berang, Oldiana, segera menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan darurat dari staf melalui grup WhatsApp.
Jalur Darat Lumpuh Akibat Longsor Long Berang
Akses darat menuju lokasi bencana dilaporkan lumpuh total karena longsoran besar disertai pohon tumbang menutup jalan utama. Memutuskan tindakan cepat, Oldiana bersama keluarga akhirnya menembus jalur sungai menggunakan longboat untuk mencapai titik evakuasi di dermaga puskesmas.
Situasi di lokasi digambarkan sangat kritis saat terjadi terjangan material tanah susulan. Suara gemuruh besar menyerupai guntur terdengar dari arah perbukitan sebelum material tanah pekat, batu, dan batang pohon menghantam pemukiman akibat fenomena Longsor Long Berang tersebut.
“Situasinya sangat gelap dan suara gemuruh itu benar-benar menakutkan, seperti bunyi guntur yang tidak berhenti. Kami hanya fokus bagaimana semua staf bisa keluar dengan selamat karena lumpur masuk sangat cepat ke dalam ruangan,” ujar Oldiana dalam keterangannya.

Dampak Kerusakan dan Upaya Evakuasi Warga
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat tiga titik utama dampak bencana Longsor Long Berang yang mengakibatkan kerugian materiil cukup signifikan bagi tenaga medis dan warga lokal:
-
Area Puskesmas Long Berang: Gedung utama puskesmas aman, namun empat unit rumah dinas (dokter dan perawat) rusak berat pada bagian dapur dan dipenuhi lumpur hingga tidak layak huni.
-
Area Belakang Rumah Jabatan Camat: Terjadi longsoran material dan pohon tumbang, namun dampak kerusakan bangunan dilaporkan relatif kecil.
-
Area SMA Negeri: Satu rumah warga hancur pada bagian lantai dan dinding, serta satu unit sepeda motor dan ternak warga habis tertimbun material lumpur.
Pasca-kejadian, Oldiana segera mengevakuasi para staf dan tenaga medis ke kediaman pribadinya serta rumah bidan desa guna menjamin keamanan. Saat ini, Gedung BPU Desa Long Berang telah disiapkan sebagai posko darurat dan dapur umum untuk melayani para pengungsi terdampak Longsor Long Berang.
Hingga saat ini, pihak puskesmas masih menunggu kedatangan Kepala Dinas Kesehatan dan Asisten III yang dijadwalkan meninjau lokasi. Bantuan logistik berupa solar juga tengah dikirimkan untuk mendukung proses pembersihan material lumpur yang menimbun bangunan. Mengingat curah hujan masih tinggi, warga dilarang kembali ke bangunan terdampak karena risiko bencana susulan masih sangat tinggi.

Maya adalah jurnalis MalinauTerkini.com yang meliput isu-isu pemerintahan, kecelakaan lalu lintas, layanan publik, dan dinamika sosial masyarakat di Malinau, Kalimantan Utara. Sejak bergabung pada 2022, ia aktif melakukan peliputan langsung dari lapangan dan menyajikan laporan yang akurat serta terverifikasi.


