MalinauTerkini.com – Di tengah sejuknya udara dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, rutinitas pengawasan di garis depan negara tetap berjalan.
Baru-baru ini, personel di Pos Gabma Longmidang mengamankan ratusan botol minuman keras dan beberapa butir amunisi yang mencoba masuk ke wilayah Indonesia tanpa dokumen resmi.
Sebagai informasi, Pos Gabma (Gabungan Bersama) Longmidang adalah pos lintas batas yang unik.
Terletak di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, pos ini dihuni oleh prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-Malaysia bersama rekan mereka dari Tentara Diraja Malaysia (TDM).
Lokasinya sangat strategis karena menjadi pintu masuk utama dari wilayah Ba’kelalan, Sarawak, menuju Krayan, Kalimantan Utara.
Kronologi Penyelundupan di Krayan
Kronologi Pemeriksaan Kejadian bermula saat sebuah kendaraan yang dikemudikan oleh warga berinisial JP, asal Long Bawan, melintas dari arah Malaysia.
Saat tiba di titik pemeriksaan, petugas melakukan pengecekan rutin pada muatan kendaraan yang tampak berisi bahan kebutuhan pokok.
Namun, di sela-sela tumpukan sembako tersebut, petugas menemukan barang-barang yang tidak seharusnya ada.
Setelah dibongkar, ditemukan 144 kaleng Anchor, 48 botol Lucky, 180 botol Golden Starz, dan 144 kaleng Guinness.
Selain minuman keras, petugas juga menemukan 4 butir amunisi jenis penabur (biasanya digunakan untuk senjata berburu) yang disembunyikan dalam tas.

Dansatgas Pamtas Yonarmed 4/Parahyangan, Letkol Arm Januar Idrus, S.H., M.I.P., menjelaskan bahwa pemeriksaan ini adalah bagian dari upaya menjaga ketertiban arus barang di wilayah perbatasan.
“Setiap kendaraan yang melintas memang wajib diperiksa sesuai prosedur untuk memastikan tidak ada barang ilegal yang masuk. Dalam kasus ini, barang-barang tersebut disembunyikan di balik kebutuhan sehari-hari untuk mengelabui petugas di lapangan,” ujar Letkol Arm Januar Idrus.
Pendekatan di Garis Batas Di wilayah seperti Krayan yang akses daratnya masih terbatas dan sangat bergantung pada pasokan barang dari negara tetangga, pengawasan memerlukan pendekatan yang tepat.
Kapten Arm Hafid Bahtiar, selaku Danki SSK-1 yang memimpin personel di Pos Longmidang, menekankan pentingnya komunikasi dengan warga.
Seluruh barang bukti kini telah diamankan dan dilaporkan secara berjenjang ke komando atas sesuai prosedur operasional.
Sementara itu, aktivitas di Pos Gabma Longmidang kembali normal, memantau perlintasan warga dan barang yang saban hari hilir mudik di perbatasan dua negara serumpun tersebut.

Andin Eka Mulandari adalah jurnalis yang berbasis di Malinau, Kalimantan Utara. Dengan pengalaman 5 tahun meliput dinamika lokal, ia berfokus pada isu ekonomi, kebijakan fiskal dan birokrasi penmerintah didukung studinya di Strata 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas. Berkomitmen menyajikan berita akurat dan berimbang bagi masyarakat Bumi Intimung


