Perahu Rombongan Warga Apau Ping Karam di Jeram Sungai Bahau

Arus deras berbuih putih di Jeram Baru, Sungai Bahau, lokasi kecelakaan long boat.
Kondisi jeram Nta’ Liang yang memiliki arus kuat dan bebatuan besar. detik-detik lakas sungai lokasi di mana perahu rombongan Kades Apau Ping terbalik direkam warga. Sumber: fb Fendi @Nopendri Hendrik
MalinauTerkini.com – Kecelakaan transportasi sungai kembali terjadi di wilayah hulu Kabupaten Malinau. Sebuah long boat yang membawa rombongan Kepala Desa Apau Ping dilaporkan karam di Sungai Bahau, tepatnya di Jeram Baru (Nta’ Liang), Kecamatan Pujungan, Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 07.32 WITA.

Seluruh penumpang dilaporkan selamat, namun insiden ini menyebabkan kerugian material yang cukup besar.

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut menambah catatan kecelakaan di jalur Sungai Bahau yang dikenal memiliki jeram berarus deras dan bebatuan besar, khususnya pada kondisi air tinggi.

Kronologi Kejadian di Jeram Baru

Insiden bermula saat rombongan Kepala Desa Apau Ping yang bermalam di Pos Jeram Baru hendak melanjutkan perjalanan mudik sungai. Sebelum melintasi jeram, penumpang sempat diturunkan dan barang-barang dilangsir untuk mengurangi beban perahu.

Namun, ketika long boat mencoba menanjak jeram, mesin tiba-tiba mati. Kondisi tersebut menyebabkan perahu kehilangan daya dorong, terseret arus, mundur, lalu menghantam bebatuan besar di sisi kiri alur sungai hingga akhirnya terbalik.

Kepala Desa Apau Ping, Yakup Jalung, membenarkan kejadian tersebut.

“Waktu perahu mau naik jeram, mesin mendadak mati. Tidak bisa dikendalikan lagi, akhirnya mundur dan terbalik kena batu besar. Puji Tuhan, semua penumpang selamat,” ujar Yakup Jalung.

Permukaan air Sungai Bahau yang keruh dan bergejolak saat kondisi air tinggi.
Debit air yang besar di Jeram Baru memaksa penumpang untuk turun dan melangsir barang guna mengurangi beban perahu.
Sumber: fb Fendi @Nopendri Hendrik

Kondisi Penumpang dan Kerugian Material

Berdasarkan informasi dari lokasi kejadian, tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut. Sebanyak sembilan orang yang terdiri dari anak buah kapal dan penumpang berhasil menyelamatkan diri.

  • Korban jiwa: Nihil, seluruh penumpang selamat.
  • Kerugian material: Dinding perahu pecah, mesin long boat tenggelam, satu unit sepeda motor serta barang bawaan penumpang hanyut dan tenggelam di dasar sungai.
  • Evakuasi: Korban dievakuasi menuju Long Paliran dan Long Aran menggunakan perahu SOA penumpang yang melintas di lokasi.

Salah seorang motoris yang terlibat dalam proses evakuasi menyebutkan bahwa kondisi arus di Jeram Baru sedang tidak bersahabat.

“Air cukup besar dan arus sangat kuat. Kalau mesin tidak prima, sangat berbahaya di titik ini,” katanya.

Jeram Baru Dinilai Semakin Rawan

Laporan lapangan menyebutkan bahwa kondisi Jeram Baru (Nda’ Liang) saat ini cukup berbahaya. Selain insiden yang menimpa rombongan Kepala Desa Apau Ping, tercatat sedikitnya tiga perahu lain sempat gagal menanjak jeram, serta satu perahu mengalami kerusakan dinding akibat menghantam bebatuan.

Imbauan Keselamatan Transportasi Sungai

Masyarakat pengguna transportasi sungai, khususnya motoris long boat, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi titik-titik jeram rawan di Sungai Bahau.

  • Memastikan kondisi mesin dalam keadaan layak sebelum berangkat.
  • Mengurangi muatan dan melakukan langsir di jeram berbahaya.
  • Mengutamakan keselamatan penumpang.
  • Menunda perjalanan jika kondisi arus dinilai tidak aman.

 

Pos terkait