Waspada Bencana Banjir Melanda Malinau Awal 2026

Foto pemukiman warga di Kabupaten Malinau yang terendam banjir dengan debit air yang tinggi menutupi badan jalan dan halaman rumah.
Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Malinau pada Jumat pagi, 2 Januari 2026, di mana debit air sungai meluap signifikan hingga masuk ke pemukiman warga sejak dini hari.
RINGKASAN berita
  • Akses jalan utama RT 14 Desa Tanjung Lapang ditutup total akibat banjir (2/1/2026).
  • Pengalihan arus lalu lintas diberlakukan melalui Simpang 3 Kuala Lapang dan Lapangan Borneo.
  • Warga diimbau waspada dan memantau informasi resmi dari BPBD serta instruksi Bupati.

MalinauTerkini.com – Situasi darurat banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Malinau pada awal tahun ini. Akses jalan utama menuju RT 14 Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, terpaksa ditutup total akibat rendaman air yang terus meninggi pada Jumat pagi, 2 Januari 2026.

Bacaan Lainnya

Pantauan terkini di lapangan menunjukkan debit air sungai meluap signifikan hingga masuk ke pemukiman warga sejak dini hari. Sejumlah rumah di wilayah RT 14 dilaporkan sudah mulai terendam.

Ketua RT 14 Desa Tanjung Lapang, Berahim, mengonfirmasi tindakan penutupan jalan tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil demi keamanan keselamatan warga karena jalur utama tersebut sudah tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Rekayasa Lalu Lintas Tanjung Lapang

Merespons kondisi tersebut, rekayasa lalu lintas segera diterapkan untuk memastikan mobilitas warga dari arah Kota Malinau maupun dari arah Tanjung Lapang tetap berjalan, meski terbatas.

Berikut adalah rute pengalihan yang wajib diperhatikan pengendara:

  1. Dari Arah Malinau menuju Tanjung Lapang: Pengendara diarahkan untuk mengambil jalur Simpang 3 Kuala Lapang, atau alternatif lain melalui persimpangan dekat Kantor Desa Tanjung Lapang, kemudian berbelok ke kiri menuju arah Kantor Camat Malinau Barat.

  2. Dari Arah Tanjung Lapang menuju Malinau: Arus lalu lintas dialihkan melalui jalur dekat Lapangan Borneo yang akan tembus langsung menuju kawasan Kantor Camat.

“Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat pengguna jalan atas gangguan perjalanan ini. Situasi darurat banjir yang tengah melanda wilayah kami memaksa pengalihan ini dilakukan demi keselamatan bersama,” ujar Berahim.

potret Berahim, Ketua RT 14 Desa Tanjung Lapang, yang mengenakan kaus dan topi, berdiri di area terbuka dekat lokasi terdampak banjir.
Ketua RT 14 Desa Tanjung Lapang, Berahim, yang mengonfirmasi penutupan total akses jalan utama menuju wilayahnya demi keamanan dan keselamatan warga akibat rendaman air yang terus meninggi.

Aktivasi Kembali Imbauan Siaga Bencana Bupati

Situasi banjir di Tanjung Lapang ini menjadi pengingat nyata (alarm) bagi seluruh warga Malinau akan potensi ancaman bencana hidrometeorologi di awal tahun. Hal ini sejalan dengan peringatan dini yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah.

Warga diminta untuk kembali memperhatikan dan melaksanakan instruksi dalam Surat Edaran Bupati Malinau Nomor 100.3.4.2/86/2025 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi.

Melalui edaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Malinau meminta masyarakat untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan mendesak sebagai berikut:

  • Aktivasi Posko: Meningkatkan kesiapsiagaan, kewaspadaan dan mengaktifkan Pos Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di setiap kecamatan dan desa, serta meningkatkan edukasi sadar bencana.

  • Pemantauan Titik Rawan: Melaksanakan identifikasi dan pemantauan intensif terhadap lokasi-lokasi rawan yang berpotensi berdampak banjir dan tanah longsor.

  • Pemanfaatan Toa Masjid/Gereja: Menghimbau dan berkoordinasi dengan pengurus rumah ibadah di wilayah masing-masing untuk pemanfaatan fasilitas pengeras suara sebagai sarana penyebaran informasi kebencanaan dan diseminasi peringatan dini (Early warning system) kepada warga secara cepat, tepat dan akurat.

  • Update Cuaca Resmi: Secara aktif melakukan pembaruan informasi cuaca dari BMKG melalui tautan resmi http://maritim.bmkg.go.id.

  • Jaga Kebersihan Lingkungan: Melakukan pembersihan drainase dan saluran air secara gotong royong, serta tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran air.

  • Koordinasi BPBD: Agar senantiasa melakukan koordinasi secara aktif dan intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malinau terhadap situasi di lapangan, data kebencanaan, serta penanganan kedaruratan.

  • Kewaspadaan Warga di Zona Merah: Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan ekstra, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah bantaran sungai dan lereng rawan longsor.

  • Jalur Evakuasi: Menyiapkan dan memahami jalur evakuasi menuju titik aman yang telah ditentukan.

  • Kenali Tanda Longsor: Waspadai tanda-tanda ancaman tanah longsor, antara lain: hujan intensitas lebat berdurasi lebih dari 1 jam, adanya guguran material/tanah yang semakin banyak, munculnya rembesan air pada lereng, retakan pada tanah, serta pohon atau tiang penyangga yang miring.

  • Cegah Kebakaran: Tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan di sekitar kawasan rawan kebakaran permukiman saat cuaca kering di sela musim hujan.

  • Keamanan Listrik: Sebelum meninggalkan rumah (untuk evakuasi atau keperluan lain), pastikan memeriksa instalasi listrik, mematikan kompor, dan mencabut alat elektronik untuk mencegah korsleting.

MalinauTerkini.com akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan banjir di Tanjung Lapang dan wilayah lainnya di Kabupaten Malinau. Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada, dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.

Pos terkait