Kabupaten Malinau 2026: Profil Terbaru, Sebaran dan Pertumbuhan Penduduk

Lima tokoh agama mewakili Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha di acara Irau Malinau 2025 berdiri bersama di atas panggung.
lima tokoh agama — Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha — berdampingan dalam satu acara Irau Malinau 2025.

MalinauTerkini.com – Kabupaten Malinau terus mengukuhkan posisinya sebagai “raksasa” strategis di beranda terdepan Indonesia.

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, kabupaten ini bukan hanya sekadar wilayah administratif, melainkan simbol kedaulatan dan potensi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara.

Bacaan Lainnya

Dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999, Kabupaten Malinau merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bulungan.

Dengan segala keunikan geografi dan dinamika sosialnya, mari kita bedah profil komprehensif Bumi Intimung terbaru.

1. Geografi: Terluas Kedua di Indonesia

Secara astronomis, Kabupaten Malinau terletak di posisi 114°35’22”–116°50’55” BT dan 1°21’36”–4°10’55” LU.

Dengan luas wilayah mencapai 38.902 km², Malinau resmi menjadi kabupaten terluas di Kalimantan Utara.

Bahkan, secara nasional, Malinau menempati urutan kedua kabupaten terluas di Indonesia setelah Merauke. Luasnya mencakup lebih dari 50% wilayah Provinsi Kaltara, namun dengan karakteristik unik: seluruh wilayahnya adalah daratan tanpa garis pantai (non-pesisir).

Pemandangan malam hari jalan raya di Malinau yang diterangi lampu jalan dekoratif yang cerah, memperlihatkan kendaraan bermotor melintas di bawah cahaya lampu.
Efek pencahayaan dari proyek “Malinau Terang” pada malam hari. Penggunaan lampu LED High Power ganda di jalan protokol

2. Bentang Alam dan Kabupaten Seribu Sungai

Topografi Kabupaten Malinau didominasi oleh perbukitan dengan ketinggian 500–1.500 mdpl.

Menariknya, sekitar 37,84 persen wilayah berada di ketinggian di atas 900 mdpl yang menjadi hulu bagi puluhan sungai.

Malinau dijuluki Kabupaten Seribu Sungai karena memiliki 24 aliran sungai besar.

Sungai Bahau (622 km) dan Sungai Kayan (576 km) tetap menjadi jalur transportasi vital bagi warga, terutama yang bermukim di pedalaman dan perbatasan.

Kemegahan Jembatan Rangka Baja Sei Malinau yang membentang sepanjang 375 meter di atas Sungai Sesayap, menjadi ikon konektivitas di Kalimantan Utara.
Jembatan rangka baja Malinau membentang di atas sungai dengan latar langit biru dan hutan Kalimantan.

3. Data Penduduk dan Agama Kabupaten Malinau 

Berdasarkan data registrasi terbaru, jumlah penduduk Kabupaten Malinau telah menembus 87.582 jiwa.Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, yakni sebesar 2,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun secara jumlah meningkat, kepadatan penduduk rata-rata di Malinau masih sangat rendah, yaitu hanya 2,25 jiwa/km².
Hal ini menjadikannya kabupaten dengan penduduk paling jarang di Kalimantan Utara, di mana satu kilometer persegi rata-rata hanya dihuni oleh 2 hingga 3 orang.Bentang demografi Kabupaten Malinau pada tahun 2024 menyajikan potret kontras yang menarik antara wilayah pedalaman dan pusat kota.
Di area hulu yang meliputi belasan kecamatan—seperti Sungai Boh hingga Mentarang Hulu—napas kekristenan terasa begitu kental. Di wilayah-wilayah ini, komunitas Kristen dan Katolik menjadi pilar utama penduduk dengan jumlah mencapai ribuan jiwa per kecamatan, sementara penganut agama lain hanya tercatat dalam angka yang sangat minim.

Namun, pemandangan berbeda akan kita temukan saat bergeser ke arah hilir, khususnya di Malinau Utara, Malinau Barat, dan sang jantung kabupaten, Malinau Kota. Di sini, keberagaman mekar dengan lebih berwarna. Malinau Kota menjadi titik lebur ( melting pot ) yang dinamis, di mana pemeluk Islam hadir sebagai mayoritas dengan lebih dari 17.500 jiwa, bersisian harmonis dengan ribuan penganut Kristen, Katolik, serta komunitas Hindu dan Buddha yang mulai menampakkan eksistensinya.

4. Tantangan Aksesibilitas dan Konektivitas Wilayah

Luasnya wilayah menciptakan tantangan transportasi yang nyata. Jarak dari Malinau Kota ke Kecamatan Sungai Boh mencapai ±277,87 km.Faktanya, perjalanan ke kecamatan hulu ini lebih jauh daripada jarak ke ibu kota provinsi, Tanjung Selor (209 km).Akses ke wilayah seperti Kayan Hulu dan Kayan Selatan masih sangat mengandalkan pesawat kecil dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 20 menit dari pusat kota.

Peledakan jeram Sungai Bahau oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Malinau dan Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 17 Kodam VI Mulawarman pada tahun 2018. Sumber Foto Diskominfo Mln
Aktivitas masyarakat desa di daerah 3T Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara

5. Struktur Umur dan Menyongsong Bonus Demografi

Dalam ulasan Kabupaten Malinau terbaru, ditemukan bahwa penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif (15–64 tahun) yang mencapai 67-68 persen.

Struktur ini menunjukkan Malinau sedang memasuki fase awal bonus demografi.

Dengan dependency ratio (rasio ketergantungan) sebesar 47,18, setiap 100 orang usia produktif hanya menanggung sekitar 47 orang usia non-produktif, sebuah modal besar untuk pembangunan daerah.

6. Indikator Kesejahteraan dan Kualitas Hidup

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Malinau tahun 2024-2026 berada di angka 74,72, masuk dalam kategori “Tinggi”. Angka ini menempatkan Malinau di posisi ketiga tertinggi di Kalimantan Utara.

Beberapa indikator kunci kesejahteraan meliputi:

  • Umur Harapan Hidup: 73,27 tahun.

  • Harapan Lama Sekolah: 13,35 tahun.

  • Pengeluaran Per Kapita: Rp11,19 Juta per tahun.

Festival Jepen Malinau Kota. Kabupaten Malinau khususnya di Malinau Kota dan Malinau Utara mayoritas penduduknya beragama Islam
Festival Jepen Malinau di Malinau Kota

7. Fasilitas Kesehatan dan Layanan Publik

Kapasitas layanan kesehatan di Kabupaten Malinau terus diperkuat.

Saat ini tersedia 3 rumah sakit (RSUD, RS Bergerak, dan RS Pratama) serta 18 Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.

Data menunjukkan bahwa 64,17 persen warga yang mengalami gangguan kesehatan lebih memilih berobat ke Puskesmas/Pustu.

Selain itu, tingkat persalinan yang ditolong tenaga medis profesional telah mencapai 96,7 persen, sebuah kemajuan besar bagi wilayah perbatasan.

8. Dinamika Sosial: Pernikahan dan KB

Data Indikator Kesejahteraan Rakyat juga memotret aspek sosial warga. Sebanyak 53,22 persen penduduk usia 10 tahun ke atas sudah berstatus kawin.

Dalam hal perencanaan keluarga, 44,23 persen pasangan di Kabupaten Malinau aktif menggunakan alat kontrasepsi (KB), dengan metode suntikan (56,43%) dan pil (29,80%) sebagai pilihan utama masyarakat.

Tabel Fakta Kunci Kabupaten Malinau

Indikator Utama Data Terbaru
Luas Wilayah 38.902 km²
Jumlah Penduduk 87.582 Jiwa
Laju Pertumbuhan 2,95%
IPM (Indeks Pembangunan Manusia) 74,72 (Tinggi)
Kepadatan Penduduk 2,25 jiwa/km²
Batas Internasional Malaysia (Sarawak)
Fasilitas Puskesmas 18 Unit (Semua Kecamatan)

Pos terkait