MalinauTerkini.com – Kepala desa Malinau kini diisi sosok baru lewat mekanisme pengganti antarwaktu. Yeyen Meiasem, Fiuleta, dan Wiratama Jalung resmi mengisi kursi kepemimpinan desa masing-masing setelah dilantik sebagai Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) oleh Bupati Malinau, Jumat (13/2/2026) pagi.
Dari tiga nama tersebut, satu di antaranya adalah figur perempuan. Fiuleta resmi memimpin Desa Kelapis di Kecamatan Malinau Utara.
Ia menggantikan pejabat sementara Marsudi SE.MM. Sementara dua lainnya, Yeyen Meiasem dipercaya memimpin Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat, dan Wiratama Jalung untuk Desa Pujungan, Kecamatan Pujungan.
Ketiganya ditugaskan melanjutkan sisa periode jabatan kepala desa sebelumnya. Sekaligus mengisi daftar nama baru 109 kades di Malinau. Daftar lengkapnya ada di artikel Daftar Nama 109 Kepala Desa Malinau 2026
Fiuleta di Kelapis mengemban amanah sisa periode 2021-2029.
Yeyen Meiasem di Kuala Lapang melanjutkan periode 2019-2027, sementara Wiratama Jalung mendapatkan periode terlama, yakni sisa masa jabatan 2023-2031.
Tantangan PAW Kepala Desa Malinau
Tantangan terberat dihadapi Wiratama Jalung di Desa Pujungan. Wilayahnya masuk kategori 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dengan akses yang masih mengandalkan transportasi sungai.
“Kami sangat butuh jalan darat. Saat ini akses ke Pujungan hanya lewat sungai, jalur Long Rumbut. Akibatnya, harga sembako dan BBM membumbung tinggi. BBM saja Rp20.000 per liter, sangat timpang dengan harga di perkotaan,” ungkap Wiratama usai pelantikan.
Ia menegaskan, tanpa perbaikan infrastruktur, ekonomi masyarakat sulit bergerak. Oleh karena itu, usulan pembangunan jalan darat akan menjadi prioritas yang terus diperjuangkan ke pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten.
Meski infrastruktur menjadi pekerjaan rumah besar, Wiratama tetap berkomitmen menjalankan program-program strategis pemerintah. Ketahanan pangan disebutnya sebagai fokus utama.
“Ketahanan pangan adalah penunjang utama kehidupan masyarakat. Kalau itu kuat, program lain seperti ekonomi, seni budaya, dan kearifan lokal akan berjalan dengan sendirinya,” ujarnya.
Selain itu 3 sosok baru ini juga dihadapkan sejumlah persoalan, yakni tekanan fiskal. Tahun 2026, dana desa anjlok drastis hingga 75 persen. Saat ini rata-rata dana desa di 109 desa Malinau berkisar di angka 300 juta. Ini menjadi tantangan tersendiri dihadapkan realita sejumlah titipan nasional untuk daerah, diantaranya Koperasi Desa Merah Putih.

Kades Baru, Program Baru
Bupati Malinau, Wempi W Mawa, mengatakan pengisian para kepala desa baru ini hanya sekadar seremonial. Ia meminta ketiganya langsung bergerak mengkonsolidasikan perangkat desa dan masyarakat untuk menyukseskan program unggulan.
“Saya minta mereka menyinergikan program nasional dan daerah seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Wajib Belajar, hingga program Malinau Maju dan Desa Sarjana. Ini harus langsung diterjemahkan di desa masing-masing,” katanya.i.
Pesan Bupati pun jelas: para kades baru harus mampu membangun dengan pendekatan kekeluargaan, membuka ruang diskusi dengan elemen yang berbeda, dan menjaga stabilitas keamanan desa.
Dengan hadirnya figur perempuan Fiuleta di Kelapis, serta Yeyen Meiasem di Kuala Lapang dan Wiratama Jalung di Pujungan, masyarakat menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru ini. Mereka kini memiliki waktu membuktikan diri, meski ada yang hanya hitungan bulan, ada pula yang masih beberapa tahun ke depan.

Maya adalah jurnalis MalinauTerkini.com yang meliput isu-isu pemerintahan, kecelakaan lalu lintas, layanan publik, dan dinamika sosial masyarakat di Malinau, Kalimantan Utara. Sejak bergabung pada 2022, ia aktif melakukan peliputan langsung dari lapangan dan menyajikan laporan yang akurat serta terverifikasi.


