MalinauTerkini.com – Kantor Dinas PU yang baru menjadi Wajah infrastruktur Kabupaten Malinau Kalimantan Utara.
Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) yang berdiri megah di kawasan perbukitan resmi difungsikan, Kamis (15/1/2026).
Disampaikan Kepala Dinas PU (Pekerjaan Umum), Yosep Padanur, pembangunan dianggarkan untuk 2 tahun APBD.Ini berlanjut dengan rencana APBD Malinau 2026
”Gedung baru ini dibangun dan selesai pada Desember 2024. Dan untuk pagar dan lanskape dibangun bertahap 1 dan 2,” kata Yosep saat peresmian.
Bukan sekadar gedung biasa, kantor ini adalah proyek “penebus dosa” setelah kantor lama di pinggiran Sungai Sesayap berkali-kali lumpuh terendam banjir.

Investasi Jumbo di Atas Bukit
Pemerintah Kabupaten Malinau tak main-main soal urusan markas teknis ini.
Total dana yang digelontorkan mencapai Rp 34.029.070.180. Anggaran ini merupakan akumulasi pengerjaan selama dua tahun (APBD 2024-2025).
Berdasarkan data teknis, berikut rincian “harga” gedung tersebut:
- Gedung Utama: Rp 19,9 Miliar (Tuntas akhir 2024).
- Landscape & Pagar: Mencapai Rp 14 Miliar (Dibagi dua tahap pembangunan).
“Alokasi anggarannya pasti besar, tapi ini sebanding dengan upaya mitigasi bencana bagi ASN kita,” ungkap Bupati Malinau, Wempi W Mawa saat peresmian.
Strategi “Menang Tinggi” Lawan Banjir
Keputusan memindahkan kantor ke Jalan Ahmad Yani, Desa Malinau Hulu (kawasan perbukitan), adalah langkah strategis.
Belajar dari banjir besar September 2023 yang merendam dokumen penting setinggi leher orang dewasa, Pemkab kini menetapkan radius bencana sebagai syarat mutlak pembangunan.
- Lokasi Lama: Hanya 70 meter dari bibir sungai, langganan banjir.
- Lokasi Baru: Elevasi tinggi, bebas luapan air, dan didukung sistem drainase modern.
Dengan fasilitas mewah dan lokasi aman, Bupati Wempi memberi peringatan keras kepada jajaran DPUPR. Sebagai dinas dengan porsi anggaran terbesar ketiga di Malinau, kinerja mereka kini jadi sorotan.

”Gedung ini sudah menang tinggi (dari banjir). Jadi, tidak ada lagi kendala kebanjiran,” tegasnya.
Fasilitas baru ini diharapkan tak hanya nyaman secara visual, tapi juga menjadi motor penggerak pembangunan Malinau yang lebih cepat dan terukur. Mengingat
TKD Malinau 2026 turun drastis, belanja modal ini bisa meningnkatkan kualitas pelayanan infrastruktur.

Andin Eka Mulandari adalah jurnalis yang berbasis di Malinau, Kalimantan Utara. Dengan pengalaman 5 tahun meliput dinamika lokal, ia berfokus pada isu ekonomi, kebijakan fiskal dan birokrasi penmerintah didukung studinya di Strata 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas. Berkomitmen menyajikan berita akurat dan berimbang bagi masyarakat Bumi Intimung


