40 Peserta Ikut Sunatan Massal 2025 Program Baznas Malinau

Suasana pelaksanaan sunatan massal Baznas Malinau yang diikuti puluhan anak.
Puluhan anak peserta sunatan massal mengikuti tahapan pelayanan medis yang dilaksanakan Baznas Malinau bekerja sama dengan Masjid Agung Darul Jalal, BMH Hidayatullah, tenaga kesehatan puskesmas, dan Batalyon 614 Raja Pandita.

Intisari Berita

  • Tingginya minat masyarakat pada program sunatan massal Baznas Malinau 2025 mencerminkan kebutuhan layanan kesehatan anak yang masih besar.

  • Kuota peserta dibatasi menjadi 40 anak untuk menjaga kualitas dan keamanan pelayanan medis yang melibatkan puskesmas serta Batalyon 614 Raja Pandita.

  • Orang tua peserta menyatakan kegiatan ini sangat membantu dan berharap program sunatan massal dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

MalinauTerkini.com – Kebutuhan layanan kesehatan dasar bagi anak-anak di Kabupaten Malinau cukup tinggi. Ini terlihat dari membludaknya pendaftar pada kegiatan sunatan massal yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Malinau bekerja sama dengan Masjid Agung Darul Jalal dan BMH Hidayatullah, Minggu (21/12/2025).

Panitia awalnya menargetkan 30 peserta. Namun, tingginya minat masyarakat membuat jumlah pendaftar meningkat, sehingga kuota peserta akhirnya ditambah dan dibatasi menjadi 40 anak demi menjaga kualitas pelayanan medis.

“Kami menargetkan sekitar 30 peserta, tetapi karena peminatnya banyak, kuota kami batasi menjadi 40 anak agar pelayanan medis tetap optimal dan aman,” ujar Ketua Baznas Malinau,  Zainal Arifin.

Ketua Baznas Malinau memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan sunatan massal 2025 di Malinau.
Ketua Baznas Kabupaten Malinau menyampaikan penjelasan kepada wartawan mengenai tingginya antusiasme masyarakat dalam program sunatan massal tahun 2025

Pelaksanaan sunatan massal ini melibatkan tim medis gabungan dari Puskesmas di Malinau, serta tenaga kesehatan dari Batalyon 614 Raja Pandita. Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan berbasis sosial bagi masyarakat.

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, sebagai bentuk pemanfaatan dana zakat dan infak untuk sektor kesehatan.

Penyelenggara menilai program semacam ini masih sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat Malinau.

Tanggapan positif disampaikan oleh orang tua peserta. Rahmat, orang tua dari Mamat Wisnu, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.

“Kami sebagai orang tua sangat terbantu dengan kegiatan sunatan massal yang dilaksanakan Baznas. Terima kasih atas terlaksananya kegiatan ini. Kami berharap ke depan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” kata Rahman.

Sunatan massal ini dinilai menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan biaya dan akses layanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak.