6 Tahun Transportasi Laut Kaltara: Menuju Rekor Satu Juta Penumpang

Aktivitas di Perairan Kalimantan Utara padat dengan kesibukan ekonomi
Aktivitas di Perairan Kalimantan Utara padat dengan kesibukan ekonomi. Transportasi laut kaltara hampir menyentuh angka 1 juta penumpang

MalinauTerkini.com  –  Transportasi laut Kaltara (Kalimantan Utara) menjadi jalur paling favorit, tapi Pernahkah Anda membayangkan Pelabuhan Tengkayu atau dermaga di Malinau tanpa deru mesin speedboat?

Pada pertengahan 2020, mimpi buruk itu nyata. Pandemi memukul telak, menyisakan keheningan di dermaga dengan angka statistik yang terjun bebas.

Bacaan Lainnya

Namun, lima tahun berselang, wajah perairan Kalimantan Utara (Kaltara) berubah drastis menjadi hiruk-pikuk yang tak terbendung.

Data terbaru menunjukkan sebuah kebangkitan fenomenal.

Jika pada tahun 2020 total penumpang yang melintasi perairan Kaltara hanya 460.964 orang, angka tersebut meroket tajam hingga 959.068 penumpang pada akhir 2025.

Kenaikan sebesar 108% ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan bukti bahwa sungai dan laut adalah “jalan tol” sesungguhnya bagi warga Kaltara.

Berikut adalah bedah data rinci mengenai peta pergerakan manusia di provinsi utara Indonesia

Antrean padat penumpang speedboat di Pelabuhan Tengkayu Tarakan Kalimantan Utara saat puncak arus liburan, menunjukkan lonjakan aktivitas transportasi laut Kaltara
Suasana kesibukan di Pelabuhan Tengkayu I, Tarakan. Dari kondisi yang sempat sunyi senyap saat pandemi 2020, kini pelabuhan ini menjadi gerbang tersibuk yang melayani hampir setengah juta penumpang sepanjang tahun 2025.

1. Peringkat Transportasi Laut Kaltara: Tarakan Juara

Siapa penguasa perairan Kaltara? Berdasarkan data tahun 2025, Tarakan masih memegang mahkota sebagai hub utama. Hampir separuh dari seluruh pergerakan penumpang di provinsi ini bermuara atau berangkat dari Bumi Paguntaka.

Namun, kejutan datang dari wilayah hulu. Malinau, yang sempat terpuruk, kini menunjukkan taringnya sebagai kekuatan baru, menempel ketat Nunukan yang berada di posisi ketiga.

Peringkat Pelabuhan Tersibuk Kaltara (Data 2025):

  1. Tarakan (Tengkayu I): 471.643 penumpang.

  2. Bulungan: 276.755 penumpang.

  3. Nunukan (Liem Hie Djung): 94.908 penumpang.

  4. Malinau: 87.163 penumpang.

  5. Tana Tidung: 28.599 penumpang.

2. Pola Perkembangan Musiman dan Rata-rata Penumpang

Kapan waktu terpadat di pelabuhan? Data lima tahun terakhir mengonfirmasi satu pola yang konsisten: Desember adalah “Medan Perang” Tiket.

Hampir di seluruh pelabuhan, grafik penumpang membentuk lonjakan tajam di akhir tahun. Pada Desember 2025 saja, tercatat 99.368 orang memadati pelabuhan-pelabuhan di Kaltara untuk liburan Natal dan Tahun Baru. Selain Desember, bulan April juga kerap menjadi puncak kedua (second peak), terutama di wilayah seperti Malinau (8.404 penumpang), yang sangat dipengaruhi oleh arus mudik Lebaran.

Sebaliknya, jika Anda menginginkan perjalanan yang lebih lengang, bulan Februari adalah waktu terbaik. Data menunjukkan bulan ini secara konsisten menjadi periode dengan pergerakan terendah (low season).

Rata-rata Pergerakan Penumpang Per Bulan (Estimasi 2025):

  • Tarakan: ~39.300 orang/bulan.

  • Bulungan: ~23.000 orang/bulan.

  • Nunukan: ~7.900 orang/bulan.

  • Malinau: ~7.200 orang/bulan.

  • Tana Tidung: ~2.300 orang/bulan.

Arus penumpang di pelabuhan speed malinau rute ke tarakan jalur sungai
Arus penumpang di Pelabuhan speed Malinau yang melayani rute sungai ke Tarakan, salah satu jalur mobilitas penting bagi warga dan pekerja dari dan menuju kabupaten ini

3. Kaltara Menuju 1 Juta Penumpang

Transformasi dari tahun 2020 ke 2025 adalah cerita tentang resiliensi. Pada Mei 2020, beberapa pelabuhan seperti Bulungan dan Malinau mencatatkan angka nol pergerakan akibat pembatasan sosial (PSBB). Bandingkan dengan tahun 2025, di mana volume penumpang nyaris menyentuh angka psikologis 1 juta orang.

Lonjakan ini didorong oleh pulihnya ekonomi perbatasan, normalisasi aktivitas sekolah dan perkantoran, serta semakin terbukanya rute-rute di pedalaman. Kenaikan volume penumpang di Tana Tidung dan Malinau mengindikasikan bahwa aksesibilitas ke wilayah hulu sungai kini semakin terbuka, tidak lagi terisolasi seperti dekade sebelumnya.

4. Rute Pelabuhan  Kalimantan Utara

Setiap pelabuhan di Kaltara memiliki “nyawa” dan karakteristik rutenya sendiri:

A. Tarakan (Pelabuhan Tengkayu I)

Sebagai gerbang utama, Tengkayu I adalah jantung yang memompa darah ke seluruh organ Kaltara.

Di sini, armada speedboat reguler (seperti SB. Menara, Minsen, dll.) melayani rute ke segala arah: selatan menuju Tanjung Selor, utara menuju Nunukan/Sebatik, hingga barat menuju pedalaman Malinau dan Tana Tidung. Kesibukan di sini nyaris 24 jam, mengingat posisinya sebagai titik transit penumpang pesawat dari Bandara Juwata.

B. Bulungan (Pelabuhan Kayan II)

Terletak di Tanjung Selor (Ibu Kota Provinsi), Pelabuhan Kayan II adalah yang paling tertata. Rute terpadat adalah Tanjung Selor – Tarakan yang beroperasi hampir setiap 30 menit sekali.

Selain Kayan II yang melayani reguler, geliat penumpang juga terasa di pelabuhan Kulteka (Kuliner Tepian Kayan) yang melayani rute non-reguler atau carteran ke desa-desa pesisir.

C. Nunukan (Pelabuhan Liem Hie Djung)

Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung memiliki peran unik sebagai beranda negara.

Penumpangnya bukan hanya warga lokal, tapi juga pelintas batas dari/ke Tawau, Malaysia (melalui koneksi pelabuhan internasional Tunon Taka).

Rute domestik utama tetap didominasi tujuan Tarakan. Stabilitas angka penumpang di sini mencerminkan aktivitas perdagangan lintas batas yang konstan.

D. Malinau (Pelabuhan Speedboat Malinau)

Sang “Kuda Hitam”. Perjalanan ke Malinau menyuguhkan tantangan tersendiri dengan menyusuri sungai selama kurang lebih 3 jam dari Tarakan.

Namun, data menunjukkan minat ke wilayah ini meledak. DI Malinau Transportasi laut Kaltara memang terhubung tapi hanya menuju KTT dan Tarakan.

Dengan harga tiket dikisaran Rp310.000, rute Tarakan-Malinau kini menjadi favorit para pekerja tambang dan pedagang yang menghubungkan wilayah pesisir dengan jantung Borneo. Untuk rincian jadwal baca 10 rute speedboat reguler Malinau ke Tarakan

Ruang kabin speedboat dengan fasilitas kursi ergonomis untuk kenyamanan penumpang. Sumber: malinauterkini.com
Interior armada dirancang khusus untuk memastikan kenyamanan maksimal sepanjang perjalanan. Fasilitas kursi yang layak serta kondisi kabin yang bersih menjadi standar utama dalam pelayanan transportasi laut rute Malinau-Tarakan. Sumber: malinauterkini.com

E. Tana Tidung (Pelabuhan Keramat/Tideng Pale)

Meski angkanya terkecil, Tana Tidung adalah kunci konektivitas bagi warga Sesayap.

Keberadaan Pelabuhan Keramat yang baru direvitalisasi dan opsi dermaga di Sesayap Hilir memudahkan warga untuk memangkas waktu tempuh ke Tarakan.

Tren kenaikan di sini adalah sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi mikro di kabupaten termuda ini.

Pos terkait