Panduan Lengkap Wisata Poluler Tane Olen Malinau

Wisatawan berkumpul di pinggir sungai jernih Tane Olen Malinau.
Selama libur Natal 2025, tercatat hingga 5.000 wisatawan memadati tepian sungai untuk menikmati jernihnya air Tane Olen.

MalinauTerkini.com – Menjelajahi keindahan alam Kalimantan Utara tidak lengkap rasanya tanpa mengunjungi Objek Wisata Tane Olen di Desa Wisata Setulang. Destinasi ini menjadi sorotan utama setelah sukses menyedot hingga 5.000 pengunjung pada momen libur Natal 2025. Bagi Anda yang merencanakan kunjungan, berikut adalah panduan lengkapnya:

Bagaimana Akses dan Waktu Tempuh ke Tane Olen?

Lokasi ini terletak di Kecamatan Malinau Selatan Hilir. Aksesibilitas menjadi salah satu keunggulan utama destinasi ini karena didukung infrastruktur yang sangat memadai:

Bacaan Lainnya
  • Jarak dari Bandara: Berjarak sekitar 32 KM dari Bandara Malinau
  • Jarak dari Terminal: Sekitar 34 KM dari Terminal Malinau Kota.
  • Jarak dari Pelabuhan: Berjarak kurang lebih 35 KM dari Pelabuhan Malinau (Speedboat).
  • Waktu Tempuh: Akses bisa ditempuh mulus sekira satu jam dari sentra transportasi menggunakan jalur darat.
  • Kondisi Jalan: Jalur darat menuju lokasi sudah sangat memadai dengan kondisi aspal.
  • Moda Transportasi: Disarankan menggunakan kendaraan roda 4 agar tidak kelelahan saat berkendara di tengah terik matahari.
Jalan aspal hotmix mulus menuju Desa Wisata Setulang Malinau.
Akses jalur darat menuju Tane Olen kini sudah mulus dengan aspal  dapat ditempuh sekira satu jam dari pusat kota Malinau.

Apa Daya Tarik Utama Wisata Tane Olen?

Daya tarik utama tempat ini adalah pengalaman interaksi langsung dengan ribuan ikan sungai di lingkungan yang sangat asri. Anwar, Ketua Relawan Peduli Bencana Malinau, menjelaskan bahwa populasi ikan di sungai ini merupakan hasil konservasi yang dilepaskan pada April 2025.

“Ada tiga jenis ikan utama di sini: ikan pelian, ikan bencayon, dan ikan salap. Dari pelepasan bibit sekitar 2.500 ekor, kini jumlahnya sudah mencapai ribuan,” ujar Anwar.

Selain itu, kebersihan kawasan yang terjaga menjadi nilai tambah. Wisatawan asal Malinau Kota, Rojab, mengakui keasrian lokasi ini. “Di sini sangat terjaga dan sangat terawat dari sampah-sampah,” ungkapnya.

Pemandangan udara sungai Tane Olen yang dikelilingi hutan asri.
Terletak di tengah hutan adat yang dilindungi, Tane Olen menawarkan suasana alam yang masih sangat asri dan terjaga.

Siapa Saja yang Berkunjung ke Sini?

Tane Olen kini telah menjadi destinasi favorit lintas kabupaten. Petugas Ekowisata Tane Olen, Pak Yan, mencatat sebaran asal pengunjung yang semakin luas:

  • Wisatawan Domestik: Pengunjung didominasi warga dari Kabupaten Malinau, Nunukan, Tana Tidung (KTT), hingga Bulungan.
  • Volume Kunjungan: Pada puncak musim liburan Natal 2025, jumlah wisatawan menembus angka 5.000 orang.
Jembatan kayu akses menuju area interaksi ikan di Tane Olen.
Berbagai fasilitas pendukung tersedia untuk memudahkan pengunjung menjangkau titik interaksi ikan di pinggir sungai.

Tips dan Trik untuk Pengunjung?

Agar kunjungan Anda lebih maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:

  1. Bawa Pakan Ikan: Pengelola sangat menyarankan pengunjung membawa makanan ikan sendiri agar bisa berinteraksi dan bermain langsung dengan kerumunan ikan di sungai.
  2. Menjaga Konservasi: Ikan-ikan di Tane Olen adalah spesies yang dilindungi. Pengunjung diharapkan menjaga etika lingkungan selama berada di kawasan ekowisata, tidak memancing, mengambil dan melakukan hal-hal yang merusak alam
  3. Waktu Terbaik: Datanglah saat cuaca cerah agar air sungai tetap jernih untuk melihat ikan secara langsung.

 

Pos terkait