9 Puskesmas Ramah Anak di Malinau Masih Belum Standar, Ini 3 Strategi Dinkes Kejar Target 100 Persen

Gambar Gravatar
Puskesmas Ramah Anak di Malinau.
Suasana rapat evaluasi KLA yang di paparkan oleh lima klaster

MalinauTerkini.com– Upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Malinau terus dipacu melalui sektor kesehatan. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa kehadiran Puskesmas Ramah Anak di Malinau masih belum merata di seluruh kecamatan.

Dari total 17 puskesmas yang tersebar di wilayah Bumi Intimung, tercatat baru 8 puskesmas yang telah memenuhi kriteria layanan ramah anak. Artinya, masih ada 9 puskesmas lainnya yang kini menjadi fokus utama perbaikan oleh Pemerintah Daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Malinau, Yuli Triana, menegaskan bahwa kondisi ini menjadi perhatian serius bagi instansinya. Puskesmas ramah anak bukan sekadar status, melainkan indikator penting dalam mendukung kenyamanan dan hak kesehatan anak secara maksimal.

“Untuk saat ini puskesmas ramah anak itu baru terdapat di delapan puskesmas. Jadi masih ada sembilan puskesmas yang perlu kita dorong dan tingkatkan agar memenuhi standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Standar Pelayanan Puskesmas Ramah Anak di Malinau

Yuli mengungkapkan bahwa saat ini baru delapan unit puskesmas yang secara resmi memenuhi standar tersebut. Sembilan puskesmas sisanya masih memerlukan dorongan kuat serta peningkatan fasilitas agar setara dengan standar nasional yang telah ditetapkan.

Target besar telah dicanangkan untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut mampu memberikan layanan yang inklusif bagi anak. Dinas Kesehatan pun kini tengah menyiapkan strategi percepatan agar target 100 persen segera tercapai.

Strategi tersebut tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata. Dinkes akan menetapkan seluruh puskesmas menjadi Puskesmas Ramah Anak di Malinau melalui regulasi yang diiringi dengan pemenuhan standar sarana serta prasarana yang memadai di lapangan.

Peningkatan Kualitas SDM dan Fasilitas Kesehatan

Selain perbaikan fisik seperti ruang tunggu anak atau pojok laktasi, kompetensi tenaga medis menjadi pilar utama. Pelatihan khusus terkait pelayanan kesehatan anak akan diberikan secara intensif kepada para petugas kesehatan di puskesmas.

Langkah ini diambil agar pelayanan yang diberikan tidak kaku dan benar-benar memahami psikologi anak. Peningkatan kompetensi SDM diharapkan mampu menciptakan suasana puskesmas yang hangat dan tidak menakutkan bagi pasien anak-anak di pedalaman.

“Kemudian juga perlu dilakukan pelatihan bagi tenaga kesehatan terkait pelayanan anak. Jadi bukan hanya sarana yang kita siapkan, tetapi juga kompetensi SDM harus kita tingkatkan,” tambahnya Yuliana.

Puskesmas Ramah Anak di Malinau harus didukung oleh tenaga kesehatan yang memiliki empati tinggi dan pengetahuan medis yang spesifik terhadap kebutuhan anak. Hal ini menjadi kunci utama kesuksesan program yang sedang berjalan.

Tantangan Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil

Meskipun strategi telah disusun matang, tantangan geografis tetap menjadi kendala yang nyata. Puskesmas yang berada di wilayah terpencil masih menghadapi masalah keterbatasan jumlah tenaga medis, terutama ketersediaan dokter umum dan dokter spesialis.

Fasilitas bangunan yang belum memadai di beberapa desa pelosok juga memperlambat proses standarisasi ini. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lintas sektor sangat dibutuhkan untuk menutup celah kekurangan tersebut.

Dinkes Malinau terus mendorong dukungan anggaran dan kebijakan dari pemerintah daerah. Harapannya, akses terhadap Puskesmas Ramah Anak di Malinau tidak lagi menjadi kemewahan, melainkan hak yang bisa dirasakan oleh seluruh anak hingga ke pelosok perbatasan.

Katrina Reporter MalinauTerkini

Katrina adalah jurnalis muda di MalinauTerkini.com yang fokus pada peliputan berita daerah, kegiatan komunitas, dan isu-isu lokal di Kabupaten Malinau. Sebagai lulusan Universitas Borneo Tarakan (UBT), ia berdedikasi penuh dalam mendalami dunia jurnalistik melalui laporan lapangan yang segar dan objektif untuk memberikan informasi yang relevan bagi masyarakat Kalimantan Utara.