MalinauTerkini.com- Langkah nyata dalam membangun fondasi olahraga daerah ditunjukkan Pemerintah Kecamatan Malinau Utara. Kemilau atau singkatan dari Kecamatan Malinau Utara mengasah bibit pesepak bola Melalui perhelatan turnamen mini soccer tingkat sekolah dasar (SD).
Pihak kecamatan secara aktif menjaring serta membina potensi atlet muda sejak usia dini sebagai bentuk komitmen regenerasi atlet futsal dan sepak bola di wilayah setempat.
Ajang olahraga yang diikuti keterwakilan 12 desa ini menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia, sekaligus menjadi wadah pemanasan menuju kompetisi tingkat kabupaten, Bupati Malinau Cup 2026.
Camat Malinau Utara, Nopis Muhramsyah Ishak menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang khusus sebagai ruang pembinaan berkelanjutan bagi para pelajar tingkat sekolah dasar.
“Tujuannya untuk pembinaan awal dan regenerasi atlet futsal serta sepak bola Malinau Utara di masa depan,” ujar Nopis.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan 22 tim yang terbagi ke dalam dua kelompok persaingan, yakni 13 tim putra dan 9 tim putri. Kompetisi diselenggarakan selama 8 hari dengan mengusung sistem gugur ganda (double elimination).

Melalui fasilitasi ini, Pemerintah Kecamatan Malinau Utara optimistis dapat menyiapkan atlet muda yang siap bersaing ke tingkatan kompetisi lebih tinggi.
“turnamen terbuka Bupati Malinau Cup. Mini soccer ini menjadi wadah awal penjaringan pemain, tambah Camat Malinau Utara.
Keberhasilan program pembinaan ini turut didukung oleh sinergi solid antara pemerintah desa dan pihak sekolah dalam memfasilitasi kebutuhan para tim. Kecamatan Malinau Utara pun diproyeksikan menjadi salah satu wilayah percontohan penyuplai bakat-bakat olahraga potensial bagi Kabupaten Malinau.
Langkah responsif pemerintah kecamatan ini mendapat apresiasi hangat dari kalangan orang tua murid.
Kehadiran ruang kegiatan fisik yang terarah dinilai sangat efektif memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak.
Salah seorang orang tua murid asal Desa Luso, Lian mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah lokal terhadap kegiatan anak-anak sekolah.
“Senang sekali ada kegiatan seperti ini. Daripada anak-anak makin adiktif main game di HP atau keluyuran tidak jelas, mending keringatan di lapangan. Mereka belajar kerja sama tim, kenal teman-teman baru dari desa lain, dan yang penting melatih mental sportivitas dari kecil,” ungkapnya.

Kath sapaannya, Jurnalis muda lulusan UBT yang lagi giat belajar sambil magang di MalinauTerkini. Fokusnya liputan kegiatan komunitas, acara warga, dan info ringan seputar Malinau. Masih junior, tapi semangatnya membara—siap kasih perspektif fresh buat generasi milenial Kaltara.





