MalinauTerkini.com – Dunia bersiap menyambut fenomena spiritual yang sangat jarang terjadi. Pada pertengahan Februari 2026, tiga perayaan besar dari latar belakang budaya dan agama berbeda, yakni Ramadan Imlek Prapaskah 2026, bertemu dalam rentang waktu kurang dari 24 jam.
Peristiwa bersejarah ini terakhir kali tercatat pada tahun 1863 dan diprediksi baru akan terulang kembali pada tahun 2189 mendatang.
Keselarasan kalender yang luar biasa ini mempertemukan miliaran umat dalam periode refleksi dan doa yang intens.
Fenomena Ramadan Imlek Prapaskah 2026 menjadi simbol kerukunan global yang nyata di tengah perbedaan keyakinan.

Mengapa Ramadan, Imlek, dan Prapaskah Bisa Berdekatan?
Terjadinya momentum Ramadan Imlek Prapaskah 2026 secara bersamaan disebabkan oleh pertemuan tiga sistem kalender yang berbeda.
Pertama, Bulan Suci Ramadan mengikuti kalender Hijriah (lunar) yang maju 10–11 hari setiap tahunnya terhadap kalender Masehi.
Kedua, Tahun Baru Imlek menggunakan sistem lunisolar Tionghoa yang bergantung pada fase bulan. Sementara itu, Masa Prapaskah atau Rabu Abu ditentukan berdasarkan siklus bulan setelah titik ekuinoks musim semi. Pada tahun 2026, siklus ketiganya berpotongan di titik yang hampir sama, menciptakan keajaiban astronomi dan spiritual.

Jadwal Lengkap Perayaan Besar Februari 2026
Berdasarkan data astronomi dan keputusan otoritas terkait, berikut adalah urutan waktu terjadinya fenomena tersebut:
-
Tahun Baru Imlek 2577 (17 Februari 2026): Menandai masuknya Tahun Kuda Api yang melambangkan energi dinamis dan keberanian besar.
-
Rabu Abu/Prapaskah (18 Februari 2026): Awal masa tobat dan refleksi bagi umat Kristiani di seluruh dunia.
-
1 Ramadan 1447 H (19 Februari 2026): Berdasarkan hasil Sidang Isbat yang dipimpin Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, umat Islam akan memulai ibadah puasa di tanggal ini.

Makna Harmoni dalam Keberagaman
Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, dalam Surat Gembala Prapaskah 2026, menekankan pentingnya pertobatan nyata dan kepedulian terhadap lingkungan. Senada dengan itu, semangat Ramadan dan filosofi Imlek tahun ini juga membawa pesan serupa tentang pembaruan diri.
Momentum Ramadan Imlek Prapaskah 2026 bukan sekadar angka di kalender. Ini adalah pengingat bagi masyarakat global, khususnya di Malinau, tentang indahnya hidup berdampingan saat puasa, syukur, dan refleksi hadir secara bersamaan dalam satu harmoni.

Andin Eka Mulandari adalah jurnalis yang berbasis di Malinau, Kalimantan Utara. Dengan pengalaman 5 tahun meliput dinamika lokal, ia berfokus pada isu ekonomi, kebijakan fiskal dan birokrasi penmerintah didukung studinya di Strata 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas. Berkomitmen menyajikan berita akurat dan berimbang bagi masyarakat Bumi Intimung


