MalinauTerkini.com – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang Induk adalah proyek infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi terbarukan skala besar (megaproject) yang berlokasi di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.
Berkapasitas terpasang 1.375 Megawatt (MW), pembangkit ini dirancang sebagai penopang utama pasokan listrik bersih bagi kawasan industri pesisir di Kalimantan Utara dan ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).
1. Lokasi Geografis dan Wilayah Studi
- Provinsi/Kabupaten: Kalimantan Utara / Kabupaten Malinau.
- Tapak Bendungan (Dam Site): Terletak di aliran Sungai Mentarang, kurang lebih 35 kilometer di sebelah hulu Kota Malinau.
- Cakupan Wilayah Rendaman: Membentang di sepanjang koridor hulu Sungai Mentarang dan Sungai Tubu, meliputi kawasan administratif Kecamatan Mentarang, Kecamatan Mentarang Ulu, dan Kecamatan Sungai Tubu.
2. Spesifikasi Teknis dan Konstruksi
| Parameter Teknis | Rincian / Spesifikasi |
|---|---|
| Kapasitas Terpasang | 1.375 MW (5 unit turbin hidro berkapasitas masing-masing ±275 MW) |
| Tipe Bendungan | Concrete Faced Rock Filled Dam (CFRFD) / Urugan Batu Berlapis Beton |
| Tinggi Bendungan | 325 meter (salah satu struktur bendungan tertinggi di Asia Tenggara) |
| Elevasi Muka Air Normal (FSL) | 230 meter di atas permukaan laut (mdpl) |
| Luas Genangan Waduk | 22.604 hektare |
| Total Volume Tampungan Air | 12.472 juta meter kubik (\(m^3\)) |
| Estimasi Usia Operasional | Turbin/Mekanikal: 50 tahun; Struktur Fisik Bendungan: hingga 100 tahun |
3. Struktur Pengembang dan Konsorsium Bisnis
Proyek ini dikembangkan dan dikelola oleh PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN), perusahaan patungan (joint venture) yang terdiri dari konsorsium perusahaan nasional dan internasional:
- PT Mentarang Tirta Energi (50%): Anak perusahaan dari PT Adaro Energy Indonesia Tbk / PT Alamtri Resources Indonesia Tbk sebagai pemegang saham mayoritas dan pengembang utama.
- Sarawak Energy Services Sdn Bhd (25%): Anak perusahaan dari Sarawak Energy Berhad (SEB), BUMN ketenagalistrikan asal Sarawak, Malaysia, yang bertindak sebagai mitra teknis berpengalaman dalam pengelolaan PLTA skala besar di kawasan regional.
- PT Kayan Patria Pratama / KPP Group (25%): Perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang energi dan infrastruktur di Kalimantan Utara.
Dalam pelaksanaan teknis konstruksi dan material, PT KHN bekerja sama dengan pelaksana dan kontraktor internasional seperti Sinohydro Corporation / PowerChina, PT Cipta Utama, serta pemasok batuan quarry PT Kartika Sukses Lestari.
4. Skema Integrasi Industri dan Jaringan Transmisi
- Tujuan Pasokan Listrik: Seluruh daya listrik sebesar 1.375 MW yang dihasilkan PLTA Mentarang Induk ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan energi bagi Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) / Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) yang berlokasi di Tanah Kuning-Mangkupadi, Kabupaten Bulungan.
- Fasilitas Penerima Pasokan: Mengaliri fasilitas pengolahan dan pemurnian aluminium (smelter aluminium) milik PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI/Alamtri Group), industri petrokimia, serta manufaktur hilir lainnya.
- Infrastruktur Transmisi: Energi listrik disalurkan dari tapak pembangkit di Malinau menuju kawasan industri Bulungan melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV sepanjang kurang lebih 170 kilometer.
5. Nilai Investasi dan Status Legalitas
- Nilai Investasi: Estimasi total nilai investasi pembangunan PLTA Mentarang Induk beserta infrastruktur penunjangnya mencapai USD 2,6 miliar (sekitar Rp 40 triliun).
- Payung Hukum PSN: Ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022 serta Surat Keterangan PSN Nomor PK/01/M.EKON/01/2023 tertanggal 4 Januari 2023.
- Tahapan Perkembangan: Peletakan batu pertama (groundbreaking) secara resmi dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia pada 1 Maret 2023. Proyek ini ditargetkan menyelesaikan tahap konstruksi utama dan mulai beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date / COD) pada periode 2029–2030.
6. Peran Strategis Nasional
PLTA Mentarang Induk dirancang sebagai proyek percontohan dalam strategi Renewable Energy Based Industry Development (REBID) Pemerintah Indonesia. Pembangunan fasilitas ini bertujuan untuk mendorong integrasi antara sumber energi terbarukan di kawasan pedalaman dengan pusat pertumbuhan industri pengolahan di kawasan pesisir, sekaligus mendukung pencapaian target Bauran Energi Nasional.
