MalinauTerkini.com – Barisan putih meliuk rapi membelah keramaian jalan utama Malinau Hulu pada pagi hari. Ratusan anak usia dini tampak berjalan beriringan mengenakan pakaian ihram sembari melantunkan kalimat talbiyah menuju halaman Masjid Agung Darul Jalal, Sabtu (10/10/2026).
Langkah kaki mungil dari 800 murid perwakilan Taman Kanak-Kanak se-Kabupaten Malinau tersebut menempuh jarak sekitar satu kilometer. Mereka memulai perjalanan dari titik kumpul TK Pratama Negeri Malinau Hulu untuk mempraktikkan langsung tahapan manasik haji.
Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Malinau, Umar Maya, menegaskan bahwa pengalaman empiris di luar ruangan menjadi metode paling efektif menanamkan pemahaman ibadah bagi anak usia emas.
“Walaupun mereka masih di jenjang TK, pengenalan rukun haji sedini mungkin sangat penting. Kita ingin memori visual dan gerakan ini melekat kuat, sehingga ketika dewasa kelak mereka sudah memiliki kerinduan serta kesiapan batin menuju Baitullah,” ujar Umar Maya sesaat usai mengawal pelepasan peserta.
Sesampainya di pelataran Masjid Agung Darul Jalal, area halaman telah ditata sedemikian rupa dengan berbagai sarana pendukung praktik ibadah haji, mulai dari miniatur Kakbah hingga lokasi replika lempar jumrah.
Ketua Panitia Pelaksana, Agustina, menjelaskan kegiatan kolaboratif antara forum PAUD, Dinas Pendidikan, dan Kemenag Malinau ini dirancang agar rukun Islam kelima tidak sekadar dipelajari lewat buku cerita.
“Kami ingin mereka merasakan langsung atmosfernya. Mulai dari melafalkan niat, memutari replika Kakbah saat tawaf, berlari-lari kecil pada rukun sai, sampai melempar jumrah. Semuanya dikemas edukatif sesuai daya tangkap anak,” ungkap Agustina.

Antusiasme anak-anak menuntaskan seluruh prosesi hingga peluh membasahi dahi menuai decak kagum para wali murid yang setia mengiringi langkah buah hati mereka di sepanjang trotoar.
Salah satu orang tua murid, Sammawa, mengaku terharu melihat semangat putrinya, Raihana Rayan, yang tetap ceria menempuh rute jalan kaki hingga tuntas.
“Sangat berkesan dan mendidik. Anak-anak jadi paham urutan rukun haji bukan cuma lewat omongan guru di kelas. Harapan kami program simulasi berskala besar seperti ini terus dirawat dan konsisten digelar setiap tahun,” tutur Sammawa.
Praktik lapangan manasik haji usia dini ini diharapkan menjadi agenda pembentukan karakter spiritual yang berkesinambungan bagi seluruh lembaga pendidikan anak usia dini di Bumi Intimung.
