MalinauTerkini.com – Sapi bantuan presiden di Malinau tahun 2026 berjenis limosin dengan bobot hampir 800 kilogram menyita perhatian besar dari masyarakat menjelang prosesi penyembelihan di Masjid Washiatul Islam.
Ternak kurban berukuran raksasa yang diberi nama Bruno ini merupakan hasil budidaya unggul dari peternak lokal asal Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Kehadiran maskot kurban berukuran jumbo tersebut menjadi tontonan menarik bagi warga di wilayah Seluwing yang jarang menyaksikan hewan dengan ukuran sebesar itu.
Ringkasan Utama :
Sapi kurban bantuan Presiden RI berjenis limosin seberat hampir 800 kilogram bernama Bruno menjadi pusat perhatian warga di Masjid Washiatul Islam, Kabupaten Malinau.
Prosesi penyembelihan hewan kurban jumbo asal Bulungan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Malinau Wempi W Mawa dan Wakil Bupati Jakaria.
Panitia kurban melibatkan 25 orang personel untuk menangani pemotongan dengan target distribusi mencapai 550 penerima manfaat di lingkungan RT 10 dan RT 11.
Kehadiran Sapi Bantuan Presiden di Malinau Disaksikan Pemerintah Daerah
Prosesi penyembelihan hewan kurban dari Istana Negara ini disaksikan langsung oleh Bupati bersama Wakil Bupati Malinau saat proses pemotongan.
Secara fisik sapi limosin cokelat mengilat ini terlihat sangat dominan karena memiliki perawakan tegap dan berotot jika dibandingkan dengan ternak lain di lokasi.
Ratusan warga setempat tampak memadati area halaman masjid sejak pagi hari untuk melihat dari dekat proses penanganan hewan raksasa tersebut.
Panitia pelaksana bahkan harus mengerahkan tenaga ekstra karena ukuran satwa yang sangat besar memerlukan metode penanganan khusus yang aman.
Kehadiran figur pimpinan daerah di lokasi penyembelihan juga menambah antusiasme masyarakat yang ikut bergotong royong membantu kerja panitia pelaksana.
Perjuangan Puluhan Panitia Menjinakkan Sapi Kurban Jumbo
Ketua Panitia Kurban Masjid Washiatul Islam Ustadz Jalil menyatakan bahwa dibutuhkan sedikitnya 25 orang panitia mengerjakan 5 hewan kurban. Salah satu tantangan adalah menjinakkan sapi ke tempat rebah penyembelihan. Karakteristik sapi limosin yang kuat dan bertenaga besar membuat proses perebahan membutuhkan kerja sama tim yang solid serta kehati-hatian yang tinggi. Total terdapat lima ekor hewan kurban yang ditangani oleh pihak panitia pada perayaan hari raya kali ini.

Pihak panitia mengombinasikan tenaga pemuda di lingkungan masjid agar seluruh proses pemotongan berjalan lancar sesuai dengan syariat Islam. Aktivitas penanganan dimulai sejak pagi hari secara bertahap mulai dari pemotongan bagian kepala hingga pemisahan karkas daging. Semangat gotong royong sangat kental terasa di mana para warga saling berbagi tugas mulai dari menguliti hingga membersihkan bagian jeroan ternak.
Target Distribusi Daging Sapi Bantuan Presiden di Malinau Sasar Dua RT
Penyaluran jatah daging dari Masjid Washiatul Islam tahun ini difokuskan secara terpusat untuk mengakomodasi kebutuhan ratusan warga yang bermukim di dua rukun tetangga.
“Pihak panitia pelaksana menargetkan total sekitar 550 warga sebagai penerima manfaat yang berhak mendapatkan pembagian komoditas pangan ini. Seluruh calon penerima dari lingkungan RT 10 dan RT 11 sebelumnya telah didata secara akurat oleh pengurus lingkungan setempat,” ungkap Ust Jalil.
Mekanisme pembagian kupon telah diterapkan sejak beberapa hari sebelum hari raya guna mengantisipasi terjadinya antrean yang berdesakan di lokasi. Panitia mengutamakan warga kurang mampu dan keluarga yang berada di sekitar kawasan rumah ibadah agar merasakan kegembiraan hari raya. Sistem manajemen satu pintu ini terbukti efektif dalam meminimalkan potensi kericuhan atau salah sasaran saat proses pembagian berlangsung.
Mekanisme Penimbangan Proporsional Jatah Daging Kurban
Ustadz Jalil menjelaskan bahwa kalkulasi jatah per kepala baru bisa ditentukan setelah seluruh proses penimbangan karkas bersih selesai dilakukan secara kolektif. Estimasi awal dari pihak panitia memproyeksikan setiap pemegang kupon yang sah bisa membawa pulang sekitar dua hingga tiga kilogram daging segar. Penimbangan yang akurat menjadi prioritas utama panitia agar asas keadilan bagi seluruh warga penerima jatah tetap terpenuhi.
Seluruh paket konsumsi dijadwalkan siap didistribusikan kepada masyarakat setelah memasuki waktu asar atau setelah seluruh tahapan pengepakan selesai. Panitia menerapkan sistem pemanggilan nama sesuai nomor urut kupon agar alur keluar masuk warga di area masjid tetap tertib. Kerja sama yang baik antara panitia dan masyarakat sekitarnya membuat agenda perayaan kurban tahun ini berjalan dengan sangat kondusif.

Andin Eka Mulandari adalah jurnalis yang berbasis di Malinau, Kalimantan Utara. Dengan pengalaman 5 tahun meliput dinamika lokal, ia berfokus pada isu ekonomi, kebijakan fiskal dan birokrasi penmerintah didukung studinya di Strata 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas. Berkomitmen menyajikan berita akurat dan berimbang bagi masyarakat Bumi Intimung





