438 Kafilah dan Official Yang Sudah Tiba di Malinau Siap Ramaikan MTQ Ke-X Kaltara

kafilah-mtq-kaltara.jpg.
Panggung Padan Liu Burung dijadikan sebagai Arena Utama MTQ Ke-X KALTARA.

MalinauTerkini.com  – Sebanyak 438 Kafilah dan official dari lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara telah tiba di Kabupaten Malinau untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Kedatangan para kafilah berlangsung secara bertahap pada Minggu (28/6/2026) dan disambut oleh panitia pelaksana.

Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Malinau, Drs. H. Kamran Daik, mengatakan seluruh peserta memang dijadwalkan datang pada hari tersebut.

“Peserta memang hari ini berdatangan semua. Yang sudah sampai di Malinau baru Kafilah Tarakan. Tadi ada tiga speed ke sini, dua speed sudah kita terima.” ujarnya, Minggu (28/6).

Selanjutnya, seluruh kafilah dari kabupaten/kota lainnya juga tiba di Malinau hingga total peserta dan official yang telah berada di Kabupaten Malinau mencapai 438 orang.

Berdasarkan data panitia, jumlah tersebut terdiri dari Kabupaten Bulungan sebanyak 102 orang, Kabupaten Malinau 102 orang, Kabupaten Nunukan 87 orang, Kota Tarakan 81 orang, dan Kabupaten Tana Tidung 66 orang.

Kamran menjelaskan, biaya perjalanan menuju Malinau, termasuk akomodasi dan transportasi selama perjalanan, menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah kabupaten dan kota peserta. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah menyiapkan fasilitas pemondokan serta transportasi selama pelaksanaan MTQ.

Menurutnya, panitia telah menempatkan masing-masing kafilah di lokasi penginapan yang telah disiapkan. Kafilah Tarakan, misalnya, ditempatkan di River View dan Aco Borneo, sedangkan Kafilah Malinau juga mulai menempati penginapan sejak pagi hari.

Terkait keterbatasan hotel di Kabupaten Malinau, Kamran mengatakan panitia memprioritaskan tamu dari luar daerah untuk mendapatkan fasilitas penginapan.

“Kita prioritaskan tamu dari luar. Karena keterbatasan hotel di Malinau, ada juga tamu yang menginap di rumah keluarga,” katanya.

Selain akomodasi, panitia juga memastikan lima venue perlombaan telah siap digunakan. Arena 1 berada di Panggung Padan Liu Burung yang menjadi lokasi pembukaan dan penutupan MTQ sekaligus tempat pelaksanaan cabang Tartil Al-Qur’an, Tilawah Al-Qur’an, dan Qira’at Al-Qur’an. Arena 2 di Masjid Agung Darul Jalal digunakan untuk cabang Tahfidz Al-Qur’an dan Tafsir Al-Qur’an.

Selanjutnya, Arena 3 berada di Ruang Laga Feratu Lantai 3 Kantor Bupati Malinau untuk cabang Syarhil Al-Qur’an dan Fahmil Al-Qur’an. Arena 4 berlokasi di Bandiklat BKPP yang menjadi tempat perlombaan cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, sekaligus pusat registrasi peserta dan sekretariat panitia. Sementara Arena 5 di GOR Bola Voli Malinau akan digunakan untuk cabang Khattil Al-Qur’an atau kaligrafi.

Untuk pemondokan, panitia telah menyiapkan kendaraan operasional untuk mengantar dan menjemput peserta menuju seluruh venue perlombaan selama MTQ berlangsung.

Kamran mengakui kebutuhan armada cukup besar mengingat jumlah peserta dari masing-masing daerah berbeda. Namun, Kafilah Kabupaten Bulungan yang membawa rombongan besar memilih menggunakan kendaraan sendiri sehingga membantu mengurangi beban panitia.

“Kami tetap memfasilitasi transportasi peserta. Syukurnya Bulungan membawa kendaraan sendiri, sehingga perhatian kami lebih fokus kepada kafilah Tarakan, Nunukan, dan Tana Tidung,” jelasnya.

Dengan seluruh peserta dan official telah berada di Kabupaten Malinau, panitia memastikan seluruh pelayanan, mulai dari akomodasi, transportasi hingga kesiapan arena perlombaan, terus dioptimalkan agar pelaksanaan MTQ ke-X Provinsi Kalimantan Utara berjalan lancar dan sukses.

Pos terkait