MalinauTerkini.com – Jarak yang jauh dan medan perjalanan yang tidak mudah tidak menyurutkan semangat masyarakat pedalaman Kecamatan Sungai Tubu, Kabupaten Malinau, untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Sejumlah warga rela menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki hingga menyusuri sungai menggunakan perahu untuk menghadiri upacara di Desa Long Pada, Senin (17/8).
Upacara peringatan HUT ke-81 RI dipusatkan di Desa Long Pada yang merupakan ibu kota Kecamatan Sungai Tubu. Kegiatan berlangsung sederhana, namun tetap khidmat dan diikuti masyarakat serta aparatur pemerintah desa dari lima desa.
Camat Sungai Tubu, Jimmy Sakay, mengatakan kehadiran masyarakat dari sejumlah desa menjadi wujud semangat warga dalam memperingati kemerdekaan, meskipun bertepatan dengan kesibukan masyarakat di musim berladang.
“Upacara dilaksanakan secara sederhana namun tetap khidmat. Masyarakat, secara khusus aparatur pemerintah desa di lima desa, hadir walau di tengah kesibukan musim ladang,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Untuk mencapai lokasi upacara, masyarakat dari empat desa harus menempuh perjalanan melalui jalur sungai. Mereka menggunakan perahu dengan waktu tempuh yang berbeda-beda, tergantung kondisi dan jarak masing-masing desa.
Bahkan, beberapa warga harus menempuh perjalanan hingga satu sampai dua hari. Perjalanan tidak selalu dapat dilakukan menggunakan perahu sejak awal. Sebagian warga harus berjalan kaki terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalur sungai.
“Untuk berkumpul di ibu kota kecamatan, masyarakat dari empat desa menempuh perjalanan dengan menggunakan perahu dan satu desa dapat menggunakan jalur darat. Dua desa bisa satu sampai dua hari perjalanan, ada yang harus berjalan kaki terlebih dahulu baru dilanjutkan menggunakan perahu,” jelasnya.
Sementara itu, masyarakat Desa Long Ranau memiliki akses yang relatif lebih dekat dengan waktu tempuh sekitar tiga jam untuk mencapai ibu kota Kecamatan Sungai Tubu.
Kondisi tersebut menggambarkan tantangan akses transportasi yang masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedalaman Sungai Tubu. Meski demikian, keterbatasan medan tidak menghalangi warga untuk berkumpul dan memperingati momentum kemerdekaan bersama.
Momentum HUT ke-81 RI juga dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan harapan kepada pemerintah agar pembangunan dapat terus menjangkau wilayah pedalaman.
Jimmy menyebut kebutuhan mendasar seperti listrik dan akses jalan antardesa maupun antar-kecamatan masih menjadi harapan masyarakat Sungai Tubu.
“Melalui perayaan kemerdekaan ini, masyarakat menggantungkan harapan kepada pemerintah terkait pemerataan pembangunan sampai ke pedalaman negeri ini,” katanya.
Pembangunan infrastruktur di wilayah Sungai Tubu sendiri memiliki tantangan tersendiri. Sejumlah wilayah masuk dalam kawasan hutan lindung dan taman nasional, sehingga pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya perlu memperhatikan ketentuan serta kondisi kawasan.
Bagi masyarakat Sungai Tubu, peringatan HUT ke-81 RI bukan sekadar seremoni tahunan. Kehadiran mereka di Desa Long Pada setelah menempuh perjalanan panjang menjadi gambaran kuatnya semangat kebangsaan masyarakat pedalaman.
Di tengah keterbatasan akses, warga tetap datang untuk berdiri bersama di bawah kibaran Merah Putih. Mereka sekaligus menitipkan harapan agar makna kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pembangunan yang merata hingga ke pelosok Kabupaten Malinau. (*)

Kath sapaannya, Jurnalis muda lulusan UBT yang lagi giat belajar sambil magang di MalinauTerkini. Fokusnya liputan kegiatan komunitas, acara warga, dan info ringan seputar Malinau. Masih junior, tapi semangatnya membara—siap kasih perspektif fresh buat generasi milenial Kaltara.





