Pesona Tradisi Berebu Pagun Safar Malinau Kota: Agenda Wisata Religi Rutin

Prosesi Mandi Salamat Berebu Pagun Safar Malinau
Prosesi sakral Mandi Salamat sebagai puncak acara tradisi Berebu Pagun Safar untuk memohon keselamatan dan tolak bala.
MalinauTerkini.com – Pesona tradisi Berebu Pagun Safar Malinau Kota resmi masuk dalam Calendar of Event Dinas Pariwisata Kabupaten Malinau sebagai agenda rutin tahunan. Pelaksanaan kegiatan budaya dan keagamaan yang dipusatkan di Sentra UMKM Malinau Kota ini menjadi sarana perawat persatuan sekaligus daya tarik wisata religi di Kalimantan Utara.
Pemerintah Kecamatan Malinau Kota melakukan penyesuaian jam pelaksanaan acara agar seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi sejak awal. Camat Malinau Kota Muhamad Yusuf menjelaskan bahwa jadwal kegiatan digeser dari biasanya dimulai pukul 07.30 WITA menjadi mendekati pukul 08.00 WITA.
Langkah tersebut diambil untuk memberi waktu bagi warga yang menunaikan ibadah pagi di masjid agar tetap bisa bergabung dalam seluruh rangkaian prosesi. Penyesuaian waktu ini terbukti mampu meningkatkan kehadiran warga dari berbagai wilayah RT dan desa di Kecamatan Malinau Kota.
“Rangkaian acara diawali dengan berkumpulnya warga di area luar rumah yang dipusatkan di Sentra UMKM. Setelah menerima arahan dari tokoh masyarakat, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa selamat dan tolak bala yang dipimpin langsung orang tua kita,” jelas Yusuf.
Camat Malinau Kota Muhamad Yusuf
Camat Malinau Kota Muhamad Yusuf memberikan keterangan

Keunikan Tradisi Tukar Makanan dan Mandi Salamun

Salah satu daya tarik utama dalam tradisi Berebu Pagun Safar adalah momen makan bersama yang melibatkan partisipasi aktif seluruh warga.
Warga membawa berbagai bekal kuliner dari rumah masing-masing untuk saling dibagi dan ditukarkan di lokasi acara.
Muhamad Yusuf menegaskan bahwa tradisi bertukar hidangan ini memiliki nilai simbolis yang sangat kuat bagi masyarakat.
Kebiasaan ini efektif menumbuhkan rasa kekeluargaan dan mempererat tali persaudaraan antarwarga dari pelbagai RT serta desa.
“Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan budaya ini ditutup dengan prosesi Mandi Salamun ,” katanya.
 Seluruh peserta duduk di tempat khusus dengan mengenakan ikat kepala dari daun kelapa yang telah didoakan.
Para peserta kemudian dimandikan oleh sesepuh dan alim ulama setempat secara bergantian. Jumlah peserta yang mengikuti prosesi penyucian ini disesuaikan dengan perhitungan angka ganjil sesuai ketentuan tradisi lokal.

Nilai Filosofis Tradisi Berebu Pagun Safar Malinau Kota

Selain berfungsi sebagai ajang pelestarian warisan budaya daerah, kegiatan ini memegang peran penting dalam menguatkan nilai-nilai spiritualitas warga. Masyarakat diajak untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui doa bersama.
Pemerintah daerah berharap masuknya agenda ini ke dalam kalender pariwisata resmi dapat mendorong potensi wisata berbasis kearifan lokal. Langkah pelestarian ini diyakini mampu menjaga keharmonisan sekaligus memperkokoh identitas kebudayaan di Kabupaten Malinau.
Tradisi Berebu Pagun Safar Malinau Kota di Sentra UMKM
Suasana pelaksanaan tradisi Berebu Pagun Safar yang diselenggarakan di Sentra UMKM Malinau Kota dengan dihadiri alim ulama dan masyarakat setempat.

Pos terkait